Tekno & Sains
·
10 Februari 2021 14:34

Isu Merger Gojek dan Tokopedia Makin Kuat, Terjadi Februari Ini?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Isu Merger Gojek dan Tokopedia Makin Kuat, Terjadi Februari Ini? (108587)
Ilustrasi Gojek. Foto: Beawiharta/REUTERS
Kabar bergabungnya dua startup paling bernilai asal Tanah Air, Gojek dan Tokopedia, semakin santer terdengar. Kini, kedua belah pihak disebut sedang menyelesaikan tahap akhir dari kesepakatan merger tersebut.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan sumber Bloomberg, kesepakatan untuk merger akan dilakukan paling cepat pada bulan Februari. Saat ini, Gojek dan Tokopedia masih mendiskusikan skenario kesepakatan dengan tujuan mendaftarkan entitas gabungan di Indonesia dan AS.
"Dua startup paling berharga di Indonesia, raksasa ride-hailing Gojek dan e-commerce Tokopedia, sedang menyelesaikan persyaratan untuk merger dan berupaya mencapai kesepakatan paling cepat bulan ini," tulis Bloomberg.
Gojek dan Tokopedia menargetkan valuasi sebesar 35 miliar dolar AS (sekitar Rp489 triliun) hingga USD 40 miliar (sekitar Rp 559 triliun). Berdasarkan hasil negosiasi, Gojek akan memiliki 60 persen saham dari entitas gabungan, sementara Tokopedia sebesar 40 persen.
Isu Merger Gojek dan Tokopedia Makin Kuat, Terjadi Februari Ini? (108588)
Perusahaan E-commerce anggota idEA, Tokopedia. Foto: Jofie Yordan/kumparan
Sebelumnya, Gojek dan Tokopedia telah menandatangani lembar persyaratan terperinci untuk melakukan uji tuntas bisnis masing-masing. Kedua belah pihak melihat potensi sinergi dan ingin menutup kesepakatan secepat mungkin dalam beberapa bulan mendatang.
ADVERTISEMENT
Keduanya  telah mempertimbangkan potensi merger sejak 2018, tetapi diskusi dipercepat setelah pembicaraan kesepakatan antara Gojek dan Grab menemui jalan buntu. Kabarnya, diskusi merger kedua penyedia layanan ride-hailing itu mengalami kebuntuan karena CEO Grab Anthony Tan.
Penggabungan Gojek dan Tokopedia disebut-sebut akan menciptakan raksasa teknologi dengan beragam bisnis, melihat banyaknya layanan yang dijalankan oleh kedua perusahaan, mulai dari ride-hailing, pembayaran digital, belanja dan pengiriman online, serta layanan lainnya. Keduanya pun berencana membuka penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di AS dan Indonesia.