kumparan
7 Jul 2018 10:14 WIB

Jelang Pilpres 2019, Facebook Bikin Panduan untuk Politisi dan Partai

Ilustrasi Facebook (Foto: Reuters/Dado Ruvic)
Jelang masa Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2019 di Indonesa, Facebook berupaya untuk menjaga momen demokrasi tersebut agar berlangsung kondusif. Caranya, Facebook memperkenalkan sebuah panduan untuk politisi dan partai politik dalam berinteraksi dengan masyarakat di Facebook dan Instagram.
ADVERTISEMENT
Panduan ini diberikan Facebook untuk memantapkan praktik para politisi dan partai politik dalam menggunakan platform media sosialnya. Selain itu, panduan ini juga untuk memastikan agar kredibilitas akun dan situs Facebook terjaga dari kericuhan yang kerap terjadi antar pendukung calon presiden
"Kami memperkenalkan panduan ini sebelum Pemilihan Umum berlangsung di Indonesia sebagai bagian dari komitmen kami untuk melindungi dan menjaga integritas proses Pemilu. Kami ingin memastikan bahwa kredibilitas akun para politisi dan partai politik terjaga dengan baik," unjar Ruben Hattari, Public Policy Lead Facebook Indonesia, dalam siaran pers yang diterima kumparan.
Ilustrasi Facebook. (Foto: Dado Ruvic/Reuters)
Panduannya sendiri merupakan sosialisasi mengenai cara menemukan informasi mengenai cara menggunakan Facebook dan Instagram secara efektif, membuat konten yang baik dan informatif, serta mengoptimalkan pemakaian fitur serta iklan maupun kampanye.
ADVERTISEMENT
Selain meluncurkan panduan menggunakan Facebook dan Instagram bagi politisi dan partai politik, platform media sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu juga memaparkan beberapa langkah yang telah mereka lakukan untuk mendukung pesta demokrasi di Indonesia.
Di antaranya adalah bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mendeteksi berita palsu dan mengirimkan email pemberitahuan tentang keamanan online kepada admin halaman politisi dan partai politik di Facebook.
Selain itu, Facebook juga meluncurkan program pengecekan fakta oleh pihak ketiga, melaksanakan program pelatihan untuk partai politik tentang alat dan tips keamanan informasi, serta transparansi iklan yang memungkinkan pengguna untuk melihat semua iklan yang sedang berjalan di Facebook, Instagram, dan Messenger.
ADVERTISEMENT
Tahun 2019 nanti memang dipastikan situasi di media sosial bakal riuh karena diselenggarakannya Pilpres. Oleh karena itu, masing-masing platform media sosial yang aktif di Indonesia memang diharapkan dapat mengendalikan para penggunanya agar tidak menciptakan kekacauan dan black campaign.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan