kumparan
25 Oktober 2018 16:03

Jutaan Akun Diretas, Facebook Mau Akuisisi Perusahaan Keamanan Siber?

CEO Facebook Mark Zuckerberg (Foto: Stephen Lam/Reuters)
Facebook belakangan ini terus diterpa masalah keamanan data pengguna. Setelah diserang skandal Cambridge Analytica, baru-baru ini Facebook kembali mengalami masalah kebocoran data di mana 30 juta akun penggunanya diretas.
ADVERTISEMENT
Akibatnya, Facebook semakin tidak dipercaya bisa memberikan keamanan data pribadi kepada para penggunanya. Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg pun kembali mendapat tekanan dan ada beberapa pihak yang menginginkan dirinya turun dari jabatan Chairman perusahaan.
Hal itu membuat Facebook mencari cara untuk meningkatkan keamanannya, juga mengembalikan citra perusahaan yang sudah terlanjur jelek di sektor keamanan.
Menurut laporan The Information, Facebook berencana untuk membeli perusahaan keamanan siber 'besar', dan mereka telah mengajukan penawaran terhadap sejumlah perusahaan.
Sumber tersebut mengatakan belum ada perusahaan yang telah mencapai kata sepakat. Tidak jelas seberapa dekat Facebook untuk segera melakukan akuisisi, tapi bisa saja pembelian ini akan terjadi pada akhir 2018.
Ilustrasi Facebook. (Foto: Dado Ruvic/Reuters)
Walau sumber The Information itu tidak mengungkap perusahaan mana yang ditawar Facebook, tapi Zuckerberg kabarnya tertarik membeli perusahaan software yang dapat diintegrasikan dengan layanan Facebook saat ini, seperti alat yang akan memberi sinyal ketika terjadi upaya peretasan atau mengamankan akun individu.
ADVERTISEMENT
Akuisisi ini diharapkan dapat membantu Facebook meningkatkan keamanan dan mengurangi kemungkinan kesalahan coding yang mengorbankan jutaan pengguna. Selain itu, pembelian perusahaan keamanan siber besar juga akan menunjukkan keseriusan Facebook dalam hal keamanan di layanannya.
Masalah keamanan memang membuat tingkat kepercayaan terhadap Facebook merosot tajam. Facebook mengakui kelemahannya dalam menangani masalah perlindungan data pengguna, mulai dari skandal Cambridge Analytica yang mengambil data dari 87 juta pengguna lewat aplikasi kuis yang kini telah diblokir.
Kemudian, masalah peretasan yang dialaminya pada September lalu, di mana totalnya ada 30 juta akun pengguna yang diretas oleh hacker.
Dari 30 juta akun itu, 29 juta di antaranya telah diakses informasi-informasi pribadinya oleh hacker. Informasi pribadi itu berupa nama, email, nomor telepon, gender, agama, lokasi, hingga 15 pencarian teratas di Facebook.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan