Kecerdasan Buatan Bisa Tandingi Tim 'Dota 2' dalam Pertandingan 5v5

28 Juni 2018 9:49 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
com-Main Game Online 1 (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
com-Main Game Online 1 (Foto: Thinkstock)
ADVERTISEMENT
Kalau kamu masih ingat, pada Agustus 2017 lalu sebuah robot kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence) berhasil mengalahkan salah satu pemain game 'Dota 2' terbaik di dunia dalam pertandingan 1 lawan 1.
ADVERTISEMENT
Kini, sang pengembang teknologi AI tersebut yaitu OpenAI mulai melatih kemampuan AI-nya untuk pertandingan 5 lawan 5.
Lab riset OpenAI yang didirikan oleh Elon Musk dan Sam Altman mengumumkan pencapaian barunya yakni memiliki sebuah tim yang 'beranggotakan' agen kecerdasan buatan dan disebut bisa mengalahkan 1 persen pemain amatir 'Dota 2'.
Dilansir The Verge, untuk membuat bot AI bisa bermain Dota 2 dengan apik, OpenAI menggunakan metode machine learning yang mengenalkan lingkungan virtual. Mereka akan belajar sendiri bagaimana caranya mencapai tujuan melalui 'trial and error'.
Programmer menetapkan fungsi hadiah atau pemberian poin pada bot untuk hal-hal seperti membunuh musuh, dan kemudian bot ini akan dibiarkan main dengan caranya sendiri berulang-ulang.
Gameplay game Dota 2. (Foto: Steam)
zoom-in-whitePerbesar
Gameplay game Dota 2. (Foto: Steam)
Dibandingkan permainan catur, video game memang lebih menantang untuk dikalahkan oleh AI. Itu dikarenakan ada banyak kemungkinan langkah selanjutnya bisa dilakukan pemain, tidak seperti catur yang pilihan langkah selanjutnya sudah pasti.
ADVERTISEMENT
OpenAI mengatakan bot AI yang memainkan game Dota 2 harus memilih langkah selanjutnya dari 1.000 aksi yang berbeda ketika memproses 20 ribu poin data.
Setiap hari, bot AI itu memainkan 180 tahun waktu permainan yang dipercepat dalam sehari. Mereka dilatih dengan metode ini selama beberapa bulan.
“Awalnya benar-benar acak, berkeliaran di peta permainan. Kemudian, setelah beberapa jam, bot AI mulai mengambil skill dasar," ujar salah satu pendiri dan CTO OpenAI, Greg Brockman, dilansir The Verge.
Ia menambahkan, untuk menjadi seorang pemain profesional, manusia membutuhkan waktu 12 ribu hingga 20 ribu jam bermain. Artinya, jika dibandingkan dengan manusia, tim AI dapat memainkan game 100 kali lipat lebih banyak ketimbang manusia setiap hari.
Dota 2 (Foto: Youtube)
zoom-in-whitePerbesar
Dota 2 (Foto: Youtube)
Meskipun bot OpenAI sekarang bisa bermain pertandingan 5 lawan 5, mereka masih belum sempurna. Ada sejumlah batasan, seperti mereka hanya bisa bermain menggunakan 5 dari 115 hero yang tersedia (pilihan mereka: Necrophos, Sniper, Viper, Crystal Maiden, dan Lich), yang masing-masing memiliki gaya bermain sendiri.
ADVERTISEMENT
Agen OpenAI juga memiliki kelebihan dibandingkan manusia, seperti waktu reaksinya yang lebih cepat. Mereka tidak pernah melewatkan klik, dan memiliki akses yang cepat dan tepat ke data seperti inventaris item, 'darah' hero, dan jarak antara objek di peta.
Tim bot OpenAI saat ini telah memainkan lima pertandingan melawan tim amatir dan semi pro Dota 2.
Hasilnya, tim OpenAI memenangkan empat pertandingan dan imbang satu kali. Tetapi tantangan terbesar mereka akan datang akhir tahun ini di The International, turnamen Dota 2 skala internasional dan menantang pemain-pemain terbaik.
Menurut peneliti, jika manusia dapat mengajarkan sistem AI untuk memiliki keterampilan bermain video game, harapannya AI nanti dapat menyelesaikan tantangan dunia nyata yang kompleks.
ADVERTISEMENT