kumparan
20 Februari 2018 20:33

Kecerdasan Buatan Google Bisa Deteksi Penyakit Jantung Lewat Mata

Google
Perusahaan teknologi Google. (Foto: Charles Platiau/Reuters)
Ilmuwan dari Google dan perusahaan teknologi kesehatan Verily telah menemukan cara baru dalam mendeteksi seseorang yang memiliki risiko penyakit jantung. Cara baru tersebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
ADVERTISEMENT
Dengan menganalisis pemindaian bagian belakang mata pasien, peranti lunak perusahaan mampu secara akurat menyimpulkan data yang dikumpulkan, di antaranya usia pasien, tekanan darah, serta merokok atau tidak. Cara ini kemudian bisa digunakan untuk memprediksi risiko kesehatan jantung, seperti serangan jantung, dengan akurasi yang hampir sama dengan metode saat ini.
Algoritma AI ini berpotensi mempermudah dan mempercepat dokter dalam menganalisis risiko kardiovaskular pasien karena tidak butuh tes darah yang memakan waktu lama. Tetapi, metode ini masih perlu diuji lebih lanjut sebelum digunakan secara klinis.
Luke Oakden-Rayner, seorang peneliti medis di University of Adelaide yang mengkhususkan diri dalam analisis machine learning, mengatakan studi ini solid, dan memperlihatkan bagaimana AI dapat membantu memperbaiki alat diagnostik yang ada.
ADVERTISEMENT
"Mereka (AI) mengambil data yang telah ditangkap karena satu alasan klinis dan mendapatkan lebih banyak dari yang kita lakukan saat ini," kata Oakden-Rayner seperti dikutip The Verge.
Untuk melatih algoritma, ilmuwan Google dan Verily menggunakan machine learning untuk menganalisis kumpulan data medis umum serta hasil pemindaian mata milik hampir 300 ribu pasien. Data tersebut kemudian diolah dengan metriks yang dibutuhkan untuk memprediksi risiko kardiovaskular.
Kerja 5
Jantung berdebar kencang. (Foto: dok. thinkstock)
Hasilnya, algoritma AI berhasil memprediksi risiko penyakit jantung dengan tingkat keakuratan 70 persen. Nilainya tersebut tak jauh berbeda dengan metode SCORE, yang biasa digunakan untuk memprediksi risiko penyakit jantung, yang tingkat keakuratannya 72 persen.
Bagi Google, proyek ini lebih dari sekedar metode baru dalam mendeteksi risiko penyakit jantung. Ini merupakan kemajuan teknologi AI untuk penemuan ilmiah. Dengan data yang cukup, diharapkan kecerdasan buatan bisa menciptakan wawasan medis baru tanpa arahan manusia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan