kumparan
search-gray
Tekno & Sains5 Juni 2020 17:29

Kecewa Sama Mark Zuckerberg, Dua Karyawan Ini Bangga Resign dari Facebook

Konten Redaksi kumparan
CEO dan Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg
CEO dan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Foto: Stephen Lam/Reuters
Aksi mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap kelakuan perusahaan, sepertinya tidak membuat para karyawan didengar. Sama seperti yang terjadi pada karyawan di Facebook yang akhirnya memutuskan untuk mundur karena marah dengan perusahaan.
ADVERTISEMENT
Facebook dan Mark Zuckerberg mendapat kritik dari para karyawannya karena membiarkan posting-an Presiden AS Donald Trump yang menghasut kekerasan. Padahal di media sosial lain, Twitter dan Snapchat telah bertindak tegas dan melabeli ada masalah dengan posting-an tersebut.
Hal itu membuat para pegawai Facebook marah dan melakukan aksi mogok kerja atau virtual walkout. Namun hal itu tidak membuat sang bos Mark Zuckerberg tergerak. Hingga akhirnya, dua teknisi Facebook memutuskan untuk mundur dari perusahaan.
Kedua orang itu adalah Timothy Aveni dan Owen Anderson. Keduanya mengumumkan pengunduran diri mereka lewat media sosial.
"Saya tidak tahan dengan Facebook yang terus menolak bersikap atas pesan fanatik presiden (Donald Trump) yang bertujuan untuk meradikalisasi rakyat Amerika," tulis Aveni di unggahan Facebook miliknya (2/6).
ADVERTISEMENT
Berdasarkan profil LinkedIn, Aveni bekerja di Facebook sejak Juni 2019 dan menjabat sebagai software engineer. Ia bertugas untuk menangkal hoaks yang berkeliaran di platform Facebook.
"Saya khawatir dengan negara saya, melihat perusahaan saya tidak melakukan tindakan apa pun untuk menentang status quo yang semakin berbahaya," tulisnya.
Sama dengan Aveni, Owen Anderson juga mengumumkan pengunduran dirinya pada tanggal 2 Juni. Anderson mengatakan bahwa dirinya bangga dengan keputusannya untuk keluar dari Facebook.
“Dengan bangga saya mengumumkan bahwa akhirnya saya bukan lagi karyawan Facebook,” tulisnya di Twitter.
“Sejak minggu lalu, saya bahagia tidak lagi mendukung kebijakan dan nilai yang sangat tidak saya setujui," lanjutnya.
Dari waktu ke waktu, Mark Zuckerberg sering kali melakukan tindakan yang memihak kepada tindakan Donald Trump, meski itu mendapat kritik dari berbagai karyawan. Dengan lebih banyak karyawan Facebook yang resign, akankah Mark Zuckerberg mengubah hal tersebut?
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white