kumparan
search-gray
Tekno & Sains6 Desember 2017 16:36

Kicauan Obama yang Sindir Rasialisme Jadi Tweet Paling Disukai di 2017

Konten Redaksi kumparan
Barack Obama
Mantan Presiden AS, Barack Obama. (Foto: REUTERS/Mark Makela)
Memasuki bulan Desember, tinggal menghitung hari hingga berakhirnya tahun 2017. Banyak kejadian di seluruh dunia selama tahun 2017 yang menjadi perhatian masyarakat luas dan tentunya menjadi perbincangan hangat di media sosial terutama Twitter.
ADVERTISEMENT
Platform burung biru itu kembali mengeluarkan daftar tahunan dari kicauan paling populer dalam layanannya. Meski tahun ini linimasa Twitter sering diramaikan oleh kicauan Presiden AS Donald Trump, tapi ternyata 'sang mantan' yang berhasil merebut hati para pengguna Twitter.
Ya, mantan Presiden AS, Barack Obama, ternyata memiliki kicauan yang paling banyak disukai di Twitter. Kicauannya yang mengutip dari tokoh Nelson Mandela soal keberagaman telah disukai lebih dari 4,5 juta pengguna dan di-retweet sebanyak 1,7 juta kali. Menurut Twitter, jumlah like dari kicauan ini menjadi yang paling banyak selama 2017 dan juga retweet terbanyak kedua.
"Tidak ada seorang pun yang lahir untuk membenci orang lain karena warna kulit, latar belakang, atau agamanya," tulis Obama dalam akun Twitter resminya @BarackObama.
ADVERTISEMENT
Kicauan ini ia buat pada 12 Agustus lalu, yang juga menjadi responsnya setelah melihat tragedi berdarah terkait isu rasialisme di Charlottesville, Virginia, AS.
Tak hanya itu saja, ternyata dua kicauan Obama lainnya ikut masuk ke dalam 10 besar twit paling populer tahun ini. Dua kicauan itu terkait ucapan terima kasih Obama setelah masa jabatannya berakhir dan telah digantikan Trump pada awal tahun 2017.
Sebaliknya, Trump tidak mampu menghasilkan kicauan yang bisa menembus 10 besar retweet atau like terbanyak di tahun 2017. Walau bisa kita ketahui bagaimana ia sering berkicau di akun Twitter pribadinya tentang rival, kebijakan, atau kejadian terkini.
Melihat Trump memiliki volume berkicau lebih banyak ketimbang Obama, tapi kicauan Obama ternyata lebih populer ketimbang Trump. Seperti yang Obama sarankan sebelumnya, sepertinya Trump memang harus 'berpikir terlebih dahulu sebelum berkicau'.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white