Mark Zuckerberg Disebut Resign dari CEO Meta, Ini Faktanya

24 November 2022 7:39
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Kevin Dietsch/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
CEO Meta, Mark Zuckerberg. Foto: Kevin Dietsch/Getty Images
ADVERTISEMENT
Meta telah mengklarifikasi pendiri sekaligus CEO Mark Zuckerberg tidak akan mengundurkan diri tahun depan. Pernyataan tersebut dikeluarkan perusahaan setelah beredar kabar Zuckerberg akan keluar dari perusahaan tahun depan karena investor.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan The Leak yang dikeluarkan Selasa (23/11), para investor frustasi dengan rencana Zuckerberg yang ingin menggandakan investasi dalam proyek metaverse yang merugi.
Namun pada hari yang sama, juru bicara Meta, Andy Stone mengklarifikasi jika kabar kemunduran Zuckerberg tahun depan adalah tidak benar. Ia merespon salah satu cuitan mengenai laporan tersebut dengan mengatakan “salah”.
Sebelumnya pada earning call yang diselenggarakan pada 27 Oktober lalu, Meta melaporkan penurunan pendapatan kuartal yang kedua kalinya berturut-turut. Kali ini, pendapatan Meta kuartal ketiga tahun 2022 turun hingga 4 persen year over year (YoY).
Pada kuartal ini, Meta memperoleh pendapatan sekitar 27,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 431 T) dengan penghasilan bersih sekitar 4,3 miliar dolar AS, turun jauh dibanding 9,1 miliar dolar AS pada kuartal yang sama tahun lalu.
ADVERTISEMENT
Pada laporannya, Meta diketahui tekor besar pada Reality Labs. Divisi ini merupakan bagian yang menangani metaverse. Laporan kerugian di sektor ini mencapai 3,6 miliar dolar AS (sekitar Rp 56 T) pada kuartal ketiga 2022 ini saja.
Avatar metaverse Mark Zuckerberg Foto: Dok. Meta
zoom-in-whitePerbesar
Avatar metaverse Mark Zuckerberg Foto: Dok. Meta
Namun Zuckerberg mengatakan akan tetap ngotot membangun metaverse meski terus merugi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Masih ada jalan panjang di depan untuk membangun platform komputasi berikutnya. Tapi kami jelas melakukan pekerjaan utama di sini. Ini adalah usaha besar dan seringkali membutuhkan beberapa versi dari setiap produk sebelum menjadi mainstream,” kata Zuckerberg pada earning call.
Tetapi saya pikir pekerjaan kami di sini akan menjadi sejarah penting dan menciptakan pondasi untuk cara yang sama sekali baru di mana kita akan berinteraksi satu sama lain dan memadukan teknologi ke dalam kehidupan kita, serta fondasi untuk jangka panjang bisnis kami. .
- Mark Zuckerberg -
Mark Zuckerberg perkenalkan Meta sebagai nama brand baru Facebook. Foto: Facebook
zoom-in-whitePerbesar
Mark Zuckerberg perkenalkan Meta sebagai nama brand baru Facebook. Foto: Facebook
Terbaru, Meta juga melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawannya pada Rabu (9/11) waktu setempat. Jumlah pegawai yang terdampak mencapai lebih dari 11.000 orang.
ADVERTISEMENT
Zuckerberg mengumumkan pengurangan 13 persen dari total stafnya dalam surat terbuka, dan mengaku bersalah atas situasi yang terjadi.

Hari ini saya membagikan beberapa perubahan tersulit yang pernah kami buat dalam sejarah Meta. Saya telah memutuskan untuk mengurangi ukuran tim kami sekitar 13% dan melepaskan lebih dari 11.000 karyawan berbakat kami.

- Mark Zuckerberg -

Zuckerberg menyebutkan, situasi memburuk akibat prediksi meleset akan kenaikan tren e-commerce, faktor makro-ekonomi, kompetisi, hingga menurunnya pendapatan dari iklan.
“Saya membuat keputusan untuk meningkatkan investasi kami secara signifikan. Sayangnya, ini tidak berjalan seperti yang saya harapkan,” sambungnya dalam surat terbuka yang dipublikasikan di laman resmi Meta.
“Dalam lingkungan baru ini, kita perlu menjadi lebih efisien modal. Kami telah mengalihkan lebih banyak sumber daya kami ke sejumlah kecil area pertumbuhan prioritas tinggi.”
ADVERTISEMENT
PHK juga diberlakukan ke bagian aplikasi (yang disebut Family of Apps) dan divisi yang menangani Metaverse dan augmented reality (AR) perusahaan, Reality Labs.
Zuckerberg menyebut bahwa perekrutan pegawai akan lebih sedikit di tahun depan, bersamaan dengan restrukturisasi tim bisnis agar lebih substansial. Sementara itu, penundaan perekrutan akan berlanjut setidaknya hingga kuartal pertama tahun depan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020