kumparan
21 Juni 2018 11:37

Pasutri AS Galang Dana di Facebook untuk Bantu Imigran Meksiko

Anak-anak imigran di perbatasan AS-Meksiko
Anak-anak imigran di perbatasan AS-Meksiko (Foto: AFP)
Facebook ternyata lebih dari sekadar media sosial. Platform ini juga bisa dimanfaatkan untuk menggalang dana bantuan, dan itu dilakukan oleh sepasang suami istri asal Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Charlotte dan Dave Wilner membuka penggalangan dana di Facebook untuk membantu keluarga imigran di perbatasan AS-Meksiko, yang terkena imbas dari kebijakan imigrasi 'zero tolerance' yang diterapkan pemerintah AS.
Akibat kebijakan tersebut, sebanyak 1995 anak terpaksa dipisahkan dari 1940 orang tuanya yang ditahan pihak imigrasi AS. Mereka ditangkap karena mencoba melintasi perbatasan Meksiko-AS tanpa membawa dokumen resmi.
Dilansir CNET, pasutri tersebut berhasil mengumpulkan dana hingga 3,45 juta dolar AS atau sekitar Rp 48 triliun dari 84 ribu donatur. Angka tersebut mereka dapatkan hanya dalam waktu tiga hari, setelah penggalangan dibuka pada Sabtu (16/6) waktu setempat.
Facebook
Platform media sosial Facebook. (Foto: Thomas White/Reuters)
Kebijakan yang dikeluarkan presiden AS Donald Trump itu menerima banyak kecaman tak hanya dari masyarakat biasa, tetapi juga dari para bos teknologi di Silicon Valley. CEO Microsoft Satya Nadella misalnya, menunjukkan sikap protes terkait pemisahan anak imigran dari keluarganya pada Senin (18/6) lalu.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Jeff Bezos dari Amazon juga pernah beraksi menolong keluarga imigran ilegal di AS dengan menyediakan dana beasiswa sebesar 33 juta dolar AS atau setara Rp 462 juta untuk mereka pada Januari 2017 lalu.
Dana yang terkumpul lewat kampanye pasangan Wilner itu akan diberikan kepada RAICES, lembaga nonprofit berbasis di Texas, AS, yang memberikan layanan hukum gratis bagi imigran dan pengungsi.
Saat ini para imigran ditahan di imigrasi AS dan nantinya mereka akan didakwa dengan pasal berlapis, seperti upaya masuk AS tanpa dokumen, pelanggaran imigrasi, hingga melakukan tindakan kriminal.
Sementara itu, untuk anak-anak imigran yang orang tuanya ditahan juga berhadapan dengan masalah besar. Jika orang tua mereka terbukti bersalah maka anak-anak ini akan mendapat pengawasan khusus Pemerintah AS atau ikut ditahan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan