kumparan
20 Januari 2018 19:55

Pemerintah AS 'Shutdown' Dapat Kecaman dari Netizen

Bendera Amerika Serikat
Bendera Amerika Serikat (Foto: pixabay)
Pemerintah Amerika Serikat menetapkan 'Goverment Shutdown' pada Sabtu (20/1) waktu setempat. Hal ini dilakukan setelah perundingan Senat AS gagal mencapai kesepakatan soal dana operasional pemerintah.
ADVERTISEMENT
'Goverment Shutdown' merupakan sebuah kondisi di mana sektor dalam rencana operasional pemerintah tidak dapat berjalan karena rancangan tersebut belum disetujui oleh Senat. Hal ini menyebabkan beberapa sektor terhenti, kecuali sektor pelayanan yang bersifat vital.
Dilansir Reuters, pemerintah gagal mendapatkan 60 suara dari para senator untuk menunda penutupan layanan pemerintah hingga 16 Februari. Senator dari Partai Republik sudah mengumpulkan 51 suara, namun gagal melobi senator Partai Demokrat untuk mencapai 60 suara.
Tercatat pemerintah AS sudah mengalami 18 kali penutupan sejak tahun 1976. Ironisnya, penutupan kali ini tepat setahun masa pemerintahan Donald Trump sebagai presiden AS yang dilantik 20 Januari 2017.
Akibat 'Shutdown' ini, berbagai komentar membanjiri media sosial. Seperti di Twitter tagar #TrumpShutdown yang sempat ramai disuarakan warga AS.
ADVERTISEMENT
Mulai dari politisi hingga selebriti mengeluarkan pendapatnya dengan tagar #TrumpShutdown.
Tidak hanya ramai dengan tagar #TrumpShutdown, tagar #SchumerShutdown juga menjadi perhatian. Karena tagar tersebut merupakan tagar tandingan yang digaungkan oleh beberapa netizen pendukung Trump.
Schumer di sini maksudnya adalah senator AS, Chuck Schumer, yang diyakini Trump bertanggung jawab terhadap keputusan Shutdown tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan