kumparan
15 Juni 2018 12:35

Pengguna Facebook Kini Bisa Laporkan Iklan yang Tak Layak Tayang

Facebook
Platform media sosial Facebook. (Foto: Thomas White/Reuters)
Selain konten-konten negatif dari pengguna dan berita palsu yang menyesatkan, kini Facebook juga memungkinkan penggunanya pengguna untuk melaporkan iklan dengan konten yang tak layak tayang di Facebook.
ADVERTISEMENT
Dengan adanya fitur pelaporan iklan ini, pengguna bisa menyampaikan keluhan tentang bisnis atau para pedagang yang menayangkan iklan-iklan bermasalah atau yang tak sesuai di platform jejaring sosial tersebut.
Jadi, langkah ini bisa dilakukan ketika pengguna membeli sesuatu setelah mengklik iklan yang menawarkan bisnis atau barang jualan yang tak jelas di Facebook. Pengguna bisa meminta Facebook untuk melarang iklan bermasalah itu kembali ditayangkan di lain waktu dan kepada pengguna lain.
Facebook menghadirkan fitur ini untuk memberantas berbagai model penyalahgunaan iklan di platform-nya. Selain itu, langkah ini juga bisa meminimalisir pengalaman belanja yang buruk yang dialami oleh pengguna.
Tak hanya konten iklan yang tak layak tayang, namun pengguna juga bisa melaporkan pengiklan yang memiliki pelayanan yang buruk dan tidak sesuai harapan pembeli. Permasalahan yang bisa dilaporkan ialah terkait dengan waktu pengiriman, kualitas produk, dan pelayanan pelanggan.
ADVERTISEMENT
Setelah pengguna memberikan laporan tentang hasil belanjanya, Facebook akan mengirim pemberitahuan kepada si pemilik bisnis atau pedagang. Facebook juga bakal bertanya kepada pengguna tentang pengalaman mereka dalam membeli sesuatu setelah mengklik iklan di halaman akun.
Ilustrasi Facebook
Ilustrasi Facebook (Foto: Reuters/Dado Ruvic)
Jika umpan balik dari pengiklan kepada pengguna tidak juga membaik setelah ada peringatan, Facebook akan bertindak tegas. Facebook bakal membatasi berapa banyak iklan yang bisa dijalankan, bahkan melarang perusahaan yang bersangkutan untuk beriklan.
Fitur pelaporan iklan ini menjadi salah satu langkah yang dilakukan Facebook untuk mendapatkan kepercayaan penggunanya kembali, terutama setelah diterjang isu keamanan data pengguna belakangan ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan