kumparan
14 April 2019 17:10

Pesawat Terbesar di Dunia Telah Terbang untuk Pertama Kalinya

Pesawat Terbesar di Dunia Telah Terbang untuk Pertama Kalinya
Pesawat terbesar di dunia telah terbang untuk pertama kalinya. Foto: Stratolaunch
Sebuah pesawat yang disebut-sebut sebagai pesawat terbesar di dunia akhirnya terbang untuk pertama kalinya. Penerbangan itu dilakukan pada Sabtu (13/4) pagi kemarin.
ADVERTISEMENT
Menurut keterangan dari Stratolaunch, penerbangan dilakukan selama 150 menit. Dan setelah itu, pesawat berhasil mendarat dengan selamat.
Pesawat Terbesar di Dunia Telah Terbang untuk Pertama Kalinya
Pesawat Terbesar di Dunia Telah Terbang untuk Pertama Kalinya Foto: Stratolaunch
Pesawat Stratolaunch itu lepas landas di Mojave Air and Space Port di Mojave, California, Amerika Serikat. Itu adalah uji terbang pertama yang pesawat itu jalani.
"Itu adalah momen emosional bagi saya, secara pribadi, untuk menyaksikan burung yang agung ini terbang," kata CEO Stratolaunch, Jean Floyd, sebagaimana dilansir The Verge.
Dalam uji terbang tersebut, pesawat menunjukkan performa seperti yang diharapkan. Dia terbang mencapai kecepatan maksimum 189 mil per jam atau sekitar 304 kilometer per jam dan ketinggian puncak 17.000 kaki atau sekitar 5.200 meter.
“Penerbangan itu sendiri mulus, dan itulah yang Anda inginkan untuk penerbangan pertama,” kata pilot uji coba Evan Thomas. Selama fase pertama penerbangan, Stratolaunch menguji kualitas penanganan pesawat. "Pesawat terbang dengan sangat sesuai seperti yang telah kita simulasikan dan kita prediksikan," kata Thomas lagi.
ADVERTISEMENT
Menurut Stratolaunch, berdasarkan hasil uji terbang ini, sistem pesawat “bekerja secara sempurna” dan pesawat mendarat “tepat sasaran”. Stratolaunch sendiri telah berdiri sejak 2011. Perusahaan itu didirikan pendiri Microsoft Paul Allen.
Pesawat Berbadan Dua
Pesawat terbesar di dunia ini didesain memiliki dua badan. Beratnya mencapai 226.796 kilogram. Lebar sayapnya mencapai 117 meter.
Pesawat ini didesain untuk meluncurkan roket dari udara ke orbit. Pesawat diharapkan bisa terbang hingga ketinggian 35.000 kaki atau 10.668 meter dan kemudian melepaskan roket hingga ke orbit.
Belum ada roket yang dibawa dalam uji terbang pertamanya ini. Tetapi Stratolaunch telah menandatangani kontrak dengan setidaknya satu pelanggan, Northrop Grumman, yang berencana menggunakan pesawat berbadan dua itu untuk mengirim roket Pegasus XL ke luar angkasa.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan