Ramalan Elon Musk, 3 Hal Ini Bisa Bikin Kehidupan Manusia Tamat

10 April 2022 2:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Elon Musk, CEO Tesla. Foto: Joe Skipper/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Elon Musk, CEO Tesla. Foto: Joe Skipper/Reuters
ADVERTISEMENT
Elon Musk mengungkapkan ada tiga hal yang menurutnya dapat mengakhiri kehidupan manusia di Bumi. Masalah pertama yakni angka kelahiran yang turun drastis. Hal ini menjadi persoalan serius menurut Elon Musk.
ADVERTISEMENT
CEO Tesla dan SpaceX tersebut berbicara tentang keyakinannya suatu saat orang tidak bisa memiliki cukup anak. Sampai sekarang, prediksinya belum goyah.
"Saya menghabiskan banyak waktu berbicara tentang angka kelahiran. Itu mungkin satu-satunya ancaman terbesar bagi masa depan peradaban manusia," kata miliarder itu dalam sebuah wawancara dengan CEO Axel Springer Mathias Döpfner dikutip Indy100.
Pada Desember 2021, Musk memperingatkan bahwa jika orang tidak memiliki anak, maka peradaban akan "hancur".
Musk mencatat bahwa harapan terbesarnya untuk masa depan umat manusia adalah menciptakan "kota mandiri di Mars."
"Saya akan senang jika umat manusia memiliki kota mandiri di Mars karena dengan demikian, kemungkinan umur umat manusia jauh lebih besar," katanya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Di tempat lain, perusahaan Musk, Tesla, mengambil langkah maju untuk mengatasi kemungkinan kekurangan tenaga kerja di masa depan.
ADVERTISEMENT
Mereka sedang mengembangkan humanoid "Tesla bot," yang memiliki kemampuan untuk melakukan tugas-tugas dasar dan mendasar - sebuah inisiatif yang diklaim miliarder teknologi akan menjadi lebih besar daripada industri mobil elektronik.
Ayah delapan anak itu juga berbicara tentang dua ancaman lain terhadap keberadaan manusia: ketakutan akan "(penggunaan) kecerdasan buatan (AI) yang salah" dan meningkatnya "ekstremisme agama."
Musk memperkirakan pada tahun 2014 lalu AI dapat berubah menjadi sesuatu yang berbahaya. Ia memperingatkan sektor teknologi untuk "sangat berhati-hati" (dengan) AI dan menyebutnya sebagai "ancaman eksistensial terbesar," menurut The Washington Post.
“Dengan kecerdasan buatan, kami memanggil iblis itu,” tambahnya.
Pada tahun yang sama, ia posting di Twitter dan mencuit bahwa AI juga bisa lebih berbahaya daripada nuklir.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020