kumparan
12 Februari 2018 19:02

Rudiantara Targetkan Indonesia Punya Satu Lagi Startup Unicorn di 2019

Menkominfo Rudiantara
Menkominfo Rudiantara (Foto: Hafidz Mubarak/Antara)
Perusahaan rintisan alias startup di Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Berbagai startup yang lahir berfokus di berbagai bidang, mulai dari transportasi online, e-commerce, offline to online, financial technology (fintech), agrikultur, hingga edukasi.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Indonesia hanya memiliki tiga startup saja yang berstatus sebagai unicorn. Apa itu unicorn? Kata itu adalah sebutan untuk startup yang telah mencapai valuasi 1 miliar dolar AS (setara Rp 13,6 triliun) atau lebih.
Kini, Indonesia memiliki empat startup yang telah menyandang status unicorn. Ada apa saja? Di antaranya adalah Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan yang terbaru adalah BukaLapak.
Melihat perkembangan startup yang terus tumbuh di Indonesia, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menilai ini merupakan transisi besar Indonesia menuju era ekonomi digital.
Menteri yang akrab dipanggil RA ini optimis kalau Indonesia bakal memiliki lima startup unicorn di tahun 2019, artinya bertambah satu nama lagi tahun depan.
"Ada lima unicorn di 2019, sudah ada empat tinggal cari satu lagi," kata Rudiantara, dalam acara pengumuman kerja sama Astra International dan Go-Jek, di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (12/2).
Menkominfo, Rudiantara
Menkominfo Rudiantara di ultah ke-7 Bukalapak. (Foto: Bukalapak)
Ia bercerita mengenai kehadirannya di World Economic Forum 2018 di Davos, Swiss, beberapa waktu lalu. Rudiantara mengaku ada modal ventura (venture capital) besar yang menanyakan kepadanya Indonesia bakal memiliki berapa startup unicorn di 2019. Ia kemudian menjawabnya lima.
ADVERTISEMENT
Namun, saat ini belum diketahui siapa startup yang dimaksud Rudiantara itu yang paling berpotensi menjadi startup kelima Indonesia yang menyandang predikat unicorn.
Kerja Sama Astra dan Go-Jek
Kerja sama Astra dan Go-Jek. (Foto: Go-Jek/Twitter)
Go-Jek sendiri baru saja mengonfirmasi soal investasi dari Astra International yang nilainya mencapai 150 juta dolar AS atau setara Rp 2 triliun. Angka pendanaan ini membuat Astra menjadi investor lokal terbesar di Go-Jek, dan merek mengaku pendanaan itu adalah yang terbesar bagi mereka dalam bidang digital.
Sebelumnya, Go-Jek telah mendapatkan suntikan dana segar dari raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Google. Pendanaan itu dilakukan Google sebagai upaya dari mereka untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan