Tekno & Sains
·
20 November 2020 9:43

Setelah Fleets, Twitter Bakal Rilis Tombol Dislike?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Setelah Fleets, Twitter Bakal Rilis Tombol Dislike? (124537)
Ilustrasi main Twitter. Foto: Pixabay
Aplikasi media sosial Twitter saat ini sedang “mengeksplorasi” kemungkinan menambahkan tombol 'dislike' di platform mereka. Rencana ini bahkan disampaikan langsung oleh Product Lead Twitter, Kayvon Beykpour, di akun pribadi miliknya.
ADVERTISEMENT
Terungkapnya rencana tombol dislike ini dimulai ketika Beykpour sedang mempromosikan fitur Fleets, Selasa (17/11). Menanggapi promosi tersebut, seorang ahli keamanan siber untuk kampanye presiden terpilih AS Joe Biden, Jackie Singh, menyampaikan sejumlah kritik melalui kutipan retweet agar Twitter membenahi masalah pengguna yang tidak autentik (bot), pelecehan, hingga disinformasi.
Dalam kritiknya tersebut, Singh juga menyarankan agar Twitter menambah tombol dislike atau kemampuan downvote. Beykpour pun kemudian menanggapi kritik dan saran tersebut, sembari mengatakan pihaknya “sedang mengeksplorasi” kemungkinan fitur dislike di Twitter.
Twitter sendiri telah mengonfirmasi soal rencana tombol dislike di platform mereka, menurut laporan Mashable. Perusahaan media sosial itu menjelaskan, kehadiran tombol tersebut merupakan upaya untuk menjadikan Twitter tempat yang dapat menerima percakapan yang lebih bernuansa.
ADVERTISEMENT
Selama ini, Twitter memang hanya menyediakan tombol like di platform mereka. Tweet yang tidak disukai biasanya akan ditanggapi secara langsung melalui kutipan retweet atau reply.
Selain itu, Twitter juga menyediakan opsi untuk tidak menyukai konten yang muncul di timeline pengguna melalui tombol "Tidak tertarik dengan tweet ini". Dengan memilih label tersebut, alogritma Twitter akan membatalkan prioritas konten serupa di feed time line kamu tanpa menonaktifkan atau memblokir pengguna yang men-tweet konten yang tidak kamu suka.
Setelah Fleets, Twitter Bakal Rilis Tombol Dislike? (124538)
Ilustrasi Twitter. Foto: REUTERS
Meski demikian, para pengguna Twitter sebenarnya sudah memiliki satu “norma” yang menunjukkan apakah suatu tweet tidak disukai oleh publik dengan istilah “ratioed”.
Ratioed adalah bahasa baru atau neo-logisme yang dibuat pengguna Twitter, dengan istilah dasar "ratio". Ratioed sendiri merujuk kepada fenomena di mana tweet yang kontroversial dan tidak disukai publik cenderung memiliki rasio jumlah reply yang lebih banyak (yang berisi tanggapan negatif) ketimbang retweet atau like-nya.
ADVERTISEMENT
Kembali ke tombol dislike, sayangnya hingga saat ini tidak diketahui kapan Twitter menyediakan fitur tersebut. Yang jelas, perlu dicatat bahwa Twitter sedang mengeksplorasi tombol dislike itu.
Setelah Fleets, Twitter Bakal Rilis Tombol Dislike? (124539)
Ilustrasi Twitter. Foto: REUTERS
Twitter sendiri telah menambahkan banyak fitur baru akhir-akhir ini di platform mereka. Pada pertengahan pekan ini, mereka baru saja merilis fitur “Fleets” secara global. Twitter menyebut bahwa fitur tersebut merupakan “dissapearing tweet” atau tweet yang bisa menghilang secara otomatis dalam durasi 24 jam, yang sebenarnya sangat mirip dengan fitur Instagram Stories.
Twitter juga menambahkan fitur pelabelan potensi informasi misleading dan hoaks menjelang pemilu presiden AS. Fitur tersebut kemudian menjadi meme pengguna Twitter yang akhir-akhir ini meniru fitur pelabelan tersebut di kicauan mereka.
Adapun salah satu perubahan besar di masa depan yang diantisipasi pengguna Twitter adalah kehadiran opsi subsciption, yang mungkin akan menghadirkan fitur-fitur eksklusif bagi pengguna yang berlangganan. Rencana ini sempat disampaikan perusahaan media sosial itu dalam laporan keuangan mereka pada Juli 2020, yang merupakan langkah perusahaan untuk menggenjot pendapatan setelah penurunan pemasukan dari iklan akibat pandemi corona.
ADVERTISEMENT