kumparan
31 Agustus 2019 11:02

Siswa Harvard Batal Dapat Visa Gara-gara Postingan Media Sosial

Ilustrasi Bermain Smartphone
Ilustrasi Bermain Smartphone Foto: Shutter Stock
Kalau kamu punya rencana untuk melancong atau ada urusan ke Amerika Serikat, ada baiknya kamu waspada dengan postingan yang pernah diunggah ke media sosial. Pasalnya, postingan media sosial ternyata menjadi penilaian apakah seseorang layak mendapatkan visa untuk masuk wilayah AS.
ADVERTISEMENT
Diketahui, AS punya aturan untuk mengumpulkan segala informasi tentang calon pengunjung negaranya, salah satunya dari media sosial. Jika kamu atau teman-temanmu punya kebiasaan memposting hal-hal yang mengundang masalah, hal itu akan jadi penghambat saat pengajuan visa AS di imigrasi.
Seperti yang dialami oleh calon mahasiswa Harvard yang gagal ke AS karena visanya ditolak dengan alasan postingan media sosial. Yang lebih menjengkelkan, postingan itu tidak berasal dari akun pribadinya, melainkan dari akun temannya.
Ilustrasi Bermain Media Sosial
Ilustrasi bermain media sosial. Foto: Shutter Stock
Menurut laporan Ubergizmo, calon mahasiswa bernama Ismail Ajjawai itu harus menghadapi kenyataan pahit kalau ia tidak bisa masuk ke AS. Saat diperiksa petugas imigrasi, ia menunjukkan visa studinya yang kemudian ditolak oleh petugas bandara.
Ternyata, beberapa postingan yang dibuat oleh teman-teman Ismail di media sosial merupakan penyebabnya. Diketahui bahwa teman-temannya mengunggah tulisan yang menyudutkan AS.
ADVERTISEMENT
Petugas bandara sama sekali tidak peduli apakah Ismail terlibat atau tidak. Petugas juga tidak peduli kalau sebenarnya dalam postingan itu teman-teman dari Ismail tidak mentautkan nama akun Ismail sama sekali.
Ilustrasi Media Sosial
Ilustrasi Media Sosial. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Untuk menuntaskan masalah ini, Ismail lantas meminta bantuan pengacara dengan harapan keputusan pembatalan visanya dapat dicabut.
Kasus penolakan visa ini terbilang cukup unik. Sebelumnya AS mewajibkan hampir semua pemohon visa yang ingin masuk ke negaranya, untuk melampirkan nama akun media sosial yang mereka gunakan dalam 5 tahun terakhir.
Jadi, kalau kamu ada rencana untuk berpergian ke Amerika Serikat, ada baiknya bersih-bersih konten Twitter dan Instagram. Meskipun kamu tidak pernah terlibat terorisme, tapi lebih baik jaga citra sebelum di-stalk oleh Departemen Luar Negeri AS ya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan