kumparan
28 Maret 2019 20:28

Sutopo: Hoaks Bencana Alam Sangat Merugikan

Sutopo Purwo Nugroho, konfrensi pers di Kantor BPBD, Yogyakarta
Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
Berita palsu atau hoaks memang sangat merugikan. Kerugian bukan hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat saja, tapi juga bisa berupa materiel.
ADVERTISEMENT
Kepala Pusat Data dan Informasi Bencana BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, memaparkan ada banyak hoaks yang beredar tentang suatu bencana alam. Dan itu menurutnya sangat merugikan, bahkan diperkirakan kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai puluhan triliun rupiah.
"Kita harapkan bisa membuat masyarakat mengerti akan arti literasi digital. Supaya hoaks tidak marak dan meresahkan. Hoaks bahkan menimbulkan kerugian materiel dalam jumlah yang besar," kata Sutopo, saat menjadi pembicara dalam acara Smart Citizen Day 2019 di Jakarta, Kamis (28/3).
Lebih rinci, Sutopo memberikan beberapa contoh kerugian yang dialami akibat hoaks yang beredar terkait bencana alam. Misalnya saat bencana erupsi Gunung Agung yang terjadi pada 2017, banyak hoaks beredar sehingga membuat pariwisata di Bali ia sebut mengalami kerugian hingga Rp 11 triliun. Bahkan kerugian itu melebihi dampak Bom Bali 2002.
ADVERTISEMENT
"Kerugian akibat hoaks bencana di Bali, contohnya erupsi Gunung Agung yang alami kerugian hingga Rp 11 triliun. Pariwisata di sana mati akibat hoaks yang beredar, padahal setelah erupsi itu tidak ada apa-apa enggak bahaya, tetapi hoaks membuat takut (turis) datang ke Bali. Bahkan kerugian bencana Gunung Agung lebih besar dari Bom Bali," jelasnya.
Tidak hanya Bali, Sutopo juga memberikan contoh hoaks yang merugikan saat gempa Lombok di tahun 2018 yang juga melemahkan roda perekonomian di daerah tersebut.
"(Kerugian akibat hoaks) di lombok mencapai 1,5 triliun, karena sekitar 8000 turis pergi meninggalkan Lombok atau wilayah Gili," tuturnya.
Sutopo Purwo Nugroho.
Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Nugraha Satia Permana/kumparan
Sutopo berharap dengan kemajuan teknologi informasi saat ini bisa menekan informasi-informasi hoaks di tengah masyarakat. Khususnya di BNPB, ada sistem informasi yang dikembangkan berbasis media sosial untuk memverifikasi dan menyebarkan informasi yang valid.
ADVERTISEMENT
BNPB juga berkolaborasi dengan beberapa lembaga dan instansi untuk membangun sistem Smart Disaster Management untuk mempercepat proses penanggulangan bencana dan menekan dampaknya.
"Penanggulangan bencana itu harus gotong royong," pungkasnya
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan