kumparan
search-gray
Tekno & Sains21 Februari 2020 16:38

Teknologi AI Alibaba Bisa Deteksi Virus Corona dalam 20 Detik

Konten Redaksi kumparan
PTR- Tim medis Wuhan China virus corona pakaian hazmat
Petugas medis berpakaian hazma merawat pasien di salah satu rumah sakit di Wuhan, China. Foto: China Daily via REUTERS
Virus corona menyebabkan kepanikan warga dunia karena memiliki gejala yang sulit diidentifikasi. Biasanya, seseorang yang terjangkit virus ini mengalami gejala yang sama seperti terkena penyakit flu atau bahkan tidak menunjukkan gejala apapun.
ADVERTISEMENT
Hal itu yang menyulitkan pencegahan penyebaran virus corona. Namun, raksasa teknologi China, Alibaba, mengatakan bahwa mereka menemukan cara yang cukup ampuh untuk menanggulangi masalah itu, yaitu dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sistem diagnosis berbasis AI yang dikembangkan Damo Academy, institusi penelitian Alibaba, diklaim dapat mendeteksi kasus virus corona terbaru dengan akurasi mencapai 96 persen. Pendeteksian dilakukan menggunakan pemindaian tomografi berbasis komputer.
Para peneliti di pusat riset ini mengatakan, mereka melatih model AI dengan sampel data yang berasal dari 5.000 kasus infeksi coronavirus (SARS-CoV-2) yang telah terkonfirmasi.
Alibaba
Alibaba Foto: REUTERS/Aly Song
Sistem pendeteksi berbasis AI ini juga diadopsi di lebih dari 100 rumah sakit di provinsi Hubei, Guangdong, dan Anhui. Hubei sendiri menjadi salah satu wilayah di China yang terkena dampak virus paling parah, karena disebut-sebut sebagai sumber lahirnya virus.
ADVERTISEMENT
Alibaba mengatakan bahwa algoritma baru ini bisa membantu mengurangi tekanan pada rumah sakit dalam menghadapi virus corona. Hal itu karena AI diklaim bisa membantu proses identifikasi virus dalam waktu 20 detik saja.
Biasanya dokter memerlukan waktu antara 5 hingga 15 menit untuk menganalisis CT scan dari satu pasien yang menjadi suspect, seperti dilaporkan ZME Science. Sistem diagnosis baru ini bukan upaya pertama Alibaba memakai teknologi AI untuk memerangi virus corona.
Sebelumnya, peneliti di Damo Academy juga mengembangkan alat layanan kesehatan berbekal AI yang menyediakan informasi terkait virus corona SARS-CoV-2. Sistem ini dipakai pemerintah provinsi Zhejiang pada 27 Januari lalu.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white