kumparan
30 November 2017 7:43

Tergiur Harga Bitcoin, The Fed Jajaki Terbitkan Uang Virtual

 Presiden New York Federal Reserve Bank
Presiden New York Federal Reserve Bank (Foto: STAN HONDA / AFP)
Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, menjajaki penerbitan uang virtual sendiri. Hal ini setelah mencermati nilai criptocurrency Bitcoin yang terus melambung.
ADVERTISEMENT
Presiden Federal Reserve New York, William Dudley mengatakan pihaknya sedang memikirkan ide untuk penerbitan mata uang digital. “Setiap produk punya prospek di masa mendatang, tapi masih terlalu dini untuk mengatakan kapan pastinya The Fed akan punya uang virtual sendiri,” katanya dalam sebuah pernyataan pers, Rabu (29/11) seperti dilansir Dow Jones.
Seperti diketahui, nilai uang kripto Bitcoin terus melambung. Pertama dikeluarkan pada 2009, baru empat tahun kemudian nilai Bitcoin menyentuh angka ribuan dolar AS. Kini harganya sudah mencapai 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp 135.000.000.
Gagasan untuk menerbitkan uang virtual sejenis muncul, meski The Fed tetap menilai transaksi Bitcoin sebagai aktivitas spekulatif dan bukan nilai tukar yang stabil.
Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Dudley bukan pejabat The Fed pertama yang mencermati popularitas Bitcoin. Sebelumnya, Presiden The Fed Philadelphia Patrick Harker meragukan Bitcoin yang tak mendapat legalisasi dari pemerintah AS itu akan merusak nilai dolar AS.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut diungkapkan Harker saat menyampaikan sambutan pada sebuah konferensi bulan September lalu.
"Kertas yang ada di dompet Anda yang kita sebut uang, hanya memiliki nilai karena kita percaya itu bernilai, karena kita percaya bahwa pemerintah berdiri di belakangnya. Itu semua masalah kepercayaan," kata Harker seperti dikutip dari CNBC.
Awal 2017 lalu, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari juga menyatakan skeptisisme tentang Bitcoin yang pernah muncul sebagai mata uang, meskipun dia mengatakan teknologi blockchain di belakangnya memiliki "potensi" untuk pengembangan lebih lanjut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan