Tekno & Sains13 September 2020 13:43

Waspada Doxing di Media Sosial yang Umbar Data Pribadi Kamu

Konten Redaksi kumparan
Waspada Doxing di Media Sosial yang Umbar Data Pribadi Kamu (1435048)
Ilustrasi Hacker. Foto: Shutterstock
Seorang jurnalis media online di Jakarta baru-baru ini mengalami doxing atau penyebarluasan informasi pribadinya di media sosial oleh oknum tertentu. Hal tersebut sangat meresahkan lantaran data pribadi tersebar luas dan tentu mengganggu ranah privat.
ADVERTISEMENT
Tindakan doxing adalah mencari, mengumpulkan, dan membagikan informasi identitas pribadi secara publik tanpa persetujuan pemilik data tersebut. Doxing biasanya dilakukan untuk mengintimidasi atau melecehkan korban, atau bahkan menarik perhatian lembaga penegak hukum.

Seberapa berbahayanya doxing?

Doxing menjadi ancaman serius dan banyak digunakan untuk cyberbullies dan serangan siber lainnya. Ada banyak hal jahat yang dapat dilakukan seseorang dengan data pribadi kamu, seperti alamat rumah, nomor telepon, alamat email, dan akun media sosial jika sudah tersebar di internet. Berikut potensi bahayanya:
  • Merusak reputasi pribadi
  • Mengarah ke panggilan iseng atau teror
  • Menyebabkan reaksi sosial yang berpotensi berbahaya bagi diri sendiri
  • Mengarah pada pencurian identitas
  • Bisa dimanfaatkan untuk serangan dunia maya di masa depan
Waspada Doxing di Media Sosial yang Umbar Data Pribadi Kamu (1435049)
Ilustrasi hacker. Foto: Pixabay

Bagaimana mencegah doxing?

Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menghindari doxing atau setidaknya meminimalkan risiko.
ADVERTISEMENT

1. Batasi informasi yang dibagikan secara online

Pernahkah kamu mencoba memasukkan nama kamu ke mesin pencari? Sekali-kali tak ada salahnya dicoba, karena ini adalah tempat pertama para oknum yang ingin melakukan doxing akan mengumpulkan informasi tentang kamu.
Coba gunakan mesin pencari dengan mode Incognito atau privat. Hal tersebut mencegah Google memberikan hasil pencarian berdasarkan profil dan preferensi pengguna, jika tidak mengaktifkan mode Incognito. Artinya, kamu mungkin tidak melihat informasi yang sama seperti yang dilihat oleh peretas.
Setelah kamu mengetahui info pribadi yang tersedia, coba hapus konten tersebut sebanyak mungkin. Informasi pribadi kemungkinan besar berada di platform Google dan profil media sosial. Untuk media sosial, jadikan akun kamu privat.

2. Berpikirlah sebelum berkomentar

Forum atau situs web berita yang memungkinkan kamu mengirim komentar anonim, ternyata masih bisa mengumpulkan data pribadi seperti alamat IP yang dapat mengungkapkan lokasi dan identitas kamu. Oleh karenanya, jangan pernah memasukkan detail pribadi yang dapat mengungkapkan identitas kamu, jangan masuk dengan akun media sosial, dan gunakan VPN untuk mengubah alamat IP.
ADVERTISEMENT

3. Lindungi password

Membobol akun media sosial adalah celah emas bagi peretas. Pastikan kamu melindungi akun dengan kata sandi yang kuat dan unik. Kamu juga dapat menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti Passwords Generator.
Selain itu, aktifkan fitur Two-Factor Authentication (TFA) di semua akun media sosial kamu. Agar lebih aman, bisa menggunakan aplikasi, seperti Google Authenticator, LastPass Authenticator, dan lainnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white