Tekno & Sains
·
9 Januari 2021 15:13

WhatsApp Paksa Pengguna Serahkan Data ke Facebook, Ini yang Harus Dilakukan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
WhatsApp Paksa Pengguna Serahkan Data ke Facebook, Ini yang Harus Dilakukan (63548)
searchPerbesar
Pantulan logo WhatsApp di mata. Foto: Dado Ruvic/Reuters
Pengguna WhatsApp dihebohkan dengan munculnya kebijakan baru untuk membagikan informasi pribadi pengguna ke Facebook. Pada Kamis (7/1), WhatsApp telah mengirim notifikasi kepada penggunanya untuk menyetujui aturan tersebut.
ADVERTISEMENT
Kebijakan baru itu mulai diberlakukan kepada pengguna WhatsApp Android maupun iOS. Notifikasi tersebut menyebutkan apa saja yang akan dilakukan WhatsApp terhadap data privasi pengguna jika menyetujuinya. 
Ada tiga hal yang akan disosialisasikan WhatsApp terkait pembaruan aplikasi.
  • Bagaimana WhatsApp akan memproses data pengguna.
  • Bagaimana layanan akun bisnis, dan integrasinya bisa memanfaatkan hosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola percakapan, serta akses pesan kedua media sosial ini.
  • Bagaimana WhatsApp bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi lintas platform Facebook.
WhatsApp Paksa Pengguna Serahkan Data ke Facebook, Ini yang Harus Dilakukan (63549)
searchPerbesar
Aturan baru WhatsApp bagikan data ke Facebook Foto: WhatsApp
Lalu, apa yang harus dilakukan pengguna? Berdasarkan pantauan kumparan, ada dua opsi yang bisa dilakukan pengguna: Menyetujui atau menunda. Jika setuju (agree) dengan kebijakan baru tersebut, pengguna bisa kembali menggunakan WhatsApp seperti biasa, dengan konsekuensi berbagai datanya yang dikumpulkan di WhatsApp mungkin akan dimanfaatkan oleh Facebook untuk kebutuhan iklan di masa depan.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, apabila kamu mengabaikan notifikasi tersebut dengan menekan opsi menunda (Not Now) pada ponsel Android, atau menekan ikon X pada iPhone, kamu masih bisa berbagi pesan di WhatsApp. Ke depannya kamu akan menerima notifikasi lagi untuk menyetujui kebijakan tersebut.
Jika masih tidak mau menyetujui kebijakan tersebut hingga 8 Februari mendatang, akun terpaksa dihapus dan kamu tidak bisa menggunakan aplikasi WhatsApp.
Direktur Kebijakan WhatsApp Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Niamh Sweeney menjelaskan, bahwa kebijakan privasi terbaru dibuat untuk menyediakan detail informasi yang lebih jelas kepada para pengguna. Lewat kebijakan baru tersebut, WhatsApp juga secara terang-terangan menjelaskan bagaimana data tersebut digunakan perusahaan.
"Ini juga tentang meningkatkan cara bisnis menggunakan WhatsApp untuk terhubung dengan pelanggan. Kebijakan yang diperbarui memberikan info tentang bagaimana bisnis yang menggunakan WhatsApp API (Application Programming Interface) untuk berbicara dengan pelanggan sekarang dapat dilakukan dengan menggunakan layanan yang disediakan Facebook untuk membantu mereka mengelola obrolan dengan pelanggan," ujar Sweeney.
WhatsApp Paksa Pengguna Serahkan Data ke Facebook, Ini yang Harus Dilakukan (63550)
searchPerbesar
Mengunduh aplikasi chat Whatsapp. Foto: Pixabay
Heboh aturan baru WhatsApp ini membuat banyak pengguna mempertimbangkan untuk pindah haluan ke platform chatting lainnya yang masih mempertahankan privasi penggunanya. Ada dua kandidat kuat pengganti WhatsApp yang ramai diperbincangkan, yaitu Telegram dan Signal. Mungkin kedua aplikasi itu bisa menjadi opsi bagi kamu yang keberatan menyetujui aturan baru WhatsApp.
ADVERTISEMENT

Kebijakan baru tidak berlaku di Eropa dan Inggris

Menariknya, peraturan bagi data ke Facebook tidak berlaku untuk pengguna WhatsApp di Eropa dan Inggris. Berdasarkan laporan The Irish Times, pengguna di Eropa memang juga diminta menyetujui kebijakan baru WhatsApp, namun aturan itu sedikit direvisi dengan menghapus poin penyerahan data.
"Tidak ada perubahan pada praktik berbagi data WhatsApp di wilayah Eropa yang timbul dari persyaratan layanan dan kebijakan privasi yang diperbarui. Untuk menghindari keraguan, WhatsApp tidak membagikan data pengguna WhatsApp wilayah Eropa dengan Facebook untuk tujuan Facebook menggunakan data ini untuk meningkatkan produk atau iklannya," kata juru bicara perusahaan.
Kebijakan privasi versi terbaru untuk pengguna Eropa memang menyebutkan data dapat dibagikan dengan perusahaan Facebook lain, seperti menampilkan iklan yang dipersonalisasi. Namun, Facebook mengeklaim tidak akan menggunakan informasi WhatsApp untuk tujuan semacam itu di Eropa, karena sedang proses negosiasi dengan lembaga perlindungan data Eropa.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020