Tekno & Sains
·
22 November 2020 16:51

YouTube Lebih Agresif Tayangkan Iklan, tapi YouTuber Kecil Tidak Dapat Cuan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
YouTube Lebih Agresif Tayangkan Iklan, tapi YouTuber Kecil Tidak Dapat Cuan (122240)
Ilustrasi YouTube. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
YouTube telah membuat aturan baru terkait iklan di platform streaming video. Dalam aturan baru, YouTube per hari ini mulai menayangkan iklan di beberapa video milik kreator, tetapi tidak akan berbagi keuntungan iklan karena kreator tersebut belum cukup besar untuk terdaftar dalam Partner Program.
ADVERTISEMENT
Kebijakan baru ini tidak menimpa semua YouTuber, hanya kreator-kreator yang dianggap tidak cukup besar untuk terdaftar dalam Partner Program. Dengan kata lain, itu akan menimpa kreator konten dengan subscriber sedikit dan belum mendapatkan banyak views.
YouTube mengatakan hanya konten dengan kriteria tertentu saja yang bisa mendapatkan uang.
Adapun mereka yang akan tetap kebagian pendapatan iklan ialah kanal seperti label rekaman terhadap video cover lagu sebagai klaim hak cipta.
Pembaruan aturan ini akan mempengaruhi saluran yang jumlah viewers-nya sedikit. Ini disebabkan karena YouTube Partner Program mewajibkan para content creator memiliki total 4.000 jam waktu tonton selama 12 bulan terakhir dan memiliki lebih dari 1.000 subscriber.
YouTube Lebih Agresif Tayangkan Iklan, tapi YouTuber Kecil Tidak Dapat Cuan (122241)
Aplikasi YouTube di perangkat mobile Foto: Castleski via Shutterstock
Kabar tersebut mendapatkan kritik dari berbagai kalangan, terutama dari komunitas karena selama bertahun-tahun, hubungan antara keduanya didasari pendapatan iklan.
ADVERTISEMENT
Pada awal 2017, para YouTuber memang sudah mengalami penurunan pendapatan karena anak usaha Google ini melarang video anak-anak dan konten berbahaya lainnya. Hal ini semakin sulit ketika YouTuber Logan Paul membuat konten yang tidak ramah untuk semua kalangan.
Pada peraturan terbaru kali ini, YouTube tidak menjelaskan berapa banyak content creator yang terkena imbas. Namun, perusahaan mengonfirmasi akan tetap tetap memantau dampaknya pada kreator. 
Periklanan menjadi bisnis besar bagi YouTube dan induknya, Google. Pada kuartal ketiga 2020, mereka berhasil meraup 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 70 triliun. Aturan ini bisa membuat perusahaan menjalankan banyak iklan tanpa perlu membagi hasilnya kepada content creator.