kumparan
11 Agustus 2019 10:59

5 Perlengkapan Ramah Lingkungan untuk Liburan ke Pantai

Ilustrasi Berlibur ke Pantai Bersama Pasangan
Ilustrasi Berlibur ke Pantai Bersama Pasangan Foto: Shutter Stock
Deburan ombak dan hamparan pasir, berpadu dengan birunya langit membuat pantai seolah menjadi destinasi wisata yang tidak pernah membosankan. Selalu ada alasan untuk memasukkan pantai ke dalam setiap daftar liburan. Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan, tentunya punya banyak pantai cantik yang seakan tak ada habisnya untuk dikunjungi.
ADVERTISEMENT
Nah, jika kamu adalah salah satu penikmat pantai, maka sebagai pengunjung, kamu juga punya tugas besar untuk menjaga kelestarian ekosistem laut. Ya, wisatawan sejatinya merupakan garda depan untuk terus menyuarakan kelestarian lingkungan.
Ilustrasi Pasangan yang Traveling Bersama
Ilustrasi Pasangan yang Traveling Bersama Foto: Shutter Stock
Tidak hanya sekadar menjaga kebersihan selama berkunjung, beberapa perlengkapan pantai yang kita gunakan juga ternyata punya dampak terhadap keberlangsungan ekosistem bahari.
Untuk itu, kamu bisa mulai mengubah kebiasaan dengan menggunakan perlengkapan yang ramah terhadap lingkungan. Dikutip dari The Guardian Travel, Minggu (10/8), ada lima perlengkapan untuk liburan pantai yang bisa kamu ganti dengan produk yang lebih ramah lingkungan. Apa saja ya? Simak yuk!
1. Baju Renang
COVER Baju Renang
Baju Renang Modest Foto: Sporte & Maya Square
The Guardian Travel mencatat, setiap lima menit sekali ada sekitar 10.000 ribu baju renang yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Inggris.
ADVERTISEMENT
Angka yang cukup fantastis, mengingat jumlah ini hanya berasal dari satu negara. Sedangkan di sisi lain, daur ulang tekstil saat ini belum marak. Untuk itu, jika kamu peduli dengan lingkungan, alangkah baiknya jika kamu membeli pakaian renang yang terbuat dari daur ulang limbah plastik. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi limbah dan menghemat produksi serta bahan baku pakaian renang.
Di Inggris sudah ada beberapa label yang berhasil mendaur ulang limbah plastik dan mengubahnya menjadi celana renang. Ada pula merk yang berhasil membuat baju renang dari wadah makanan hingga karpet bekas.
Berdasarkan penelitian, sebagian besar baju renang akan melepaskan serat mikro plastik saat dicuci. Mikro plastik ini bisa bermuara kelaut dan merusak ekosistem di sana. Untuk itu, wisatawan harus mulai paham soal pakaian renang agar tak berdampak pada kesehatan biota laut.
ADVERTISEMENT
2. Tabir Surya (Sunscreen)
Ilustrasi tabir surya
Pemakaian tabir surya pada anak ada aturannya Foto: Shutterstock
Kemanapun kamu berlibur, pastikan bahwa kamu selalu menggunakan tabir surya untuk melindungi kesehatan kulit. Namun, perlu diingat kamu wajib menggunakan tabir surya yang ramah lingkungan.
Oragnisasi nirlaba asal UK, Marine Conservation Society (MCS) menyatakan bahwa tabir surya telah terbukti berdampak negatif pada lingkungan laut, tidak hanya terumbu karang tetapi juga organisme laut lainnya.
Kandungan oxybenzone dan ethylhexyl methoxycinnamate (octinoxate) pada tabir surya ternyata sangat berbahaya bagi laut. MCS pun merekomendasikan agar wisatawan menghindari tabir surya dengan bahan-bahan ini.
Ilustrasi tabir surya
Ilustrasi berbagai jenis tabir surya Foto: Shutterstock
Larangan penggunaan tabir surya yang mengandung bahan kimia tersebut direncanakan akan diterapkan di pulau Palau, Pasifik pada 2020, Hawaii pada 2021 dan Key West di Florida pada 2021.
ADVERTISEMENT
Ada beberapa brand yang saat ini mengklaim telah menciptakan tabir surya yang ramah lingungan. Namun yang perlu diingat kunci dari ramah lingkungan adalah produk tersebut tidak menggunakan partikel mineral nano yang dapat merusak lingkungan.
3. Kacamata Hitam
Meghan Markle
Penampilan chic Meghan Markle mengenakan kacamata hitam lansiran Krewe. Foto: Instagram @mrsmeghanmarkle, dok. Krewe
Selain agar tetap stylish saat liburan di pantai, penggunaan kacamata hitam juga berguna untuk melindungi mata dari sinar matahari yang terik. Namun tahukah kalian bahwa limbah kacamata hitam juga menjadi persoalan serius saat ini?
Bahkan sebuah perusahaan di UK melakukan daur ulang kacamata hitam demi mengurangi limbah. Perusahaan tersebut menghancurkan kacamata bekas untuk membuat kacamata yang baru.
Selain bisa menggunakan kacamata daur ulang, kamu juga bisa mengganti frame plastik dengan frame yang terbuat dari bambu. Sebab, bambu dinilai lebih tahan lama, merupakan sumber daya alam yang terbarukan dan relatif mudah tumbuh, tanpa perlu pestisida atau pupuk.
ADVERTISEMENT
4. Sandal Jepit
Rekomendasi sandal jepit
Baia Baia Foto: Dok. Baia Baia Indonesia
Sandal jepit merupakan produk yang dikenakan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Anti-ribet, anti-pegal, sendal jepit memang sangat cocok untuk menemani jalan-jalan santai di pinggir pantai.
Namun, ternyata produk ini merupakan produk yang paling sulit didaur ulang. The Guardian Travel mencatat, pun ada perusahaan yang mencoba melakukan daur ulang sandal jepit, namun sebagian besar tetap berakhir di pembuangan.
Untuk itu, pilihan jangka panjang yang bisa kita lakukan adalah dengan membeli sandal jepit yang terbuat dari bahan berkelanjutan. Sebuah perusahaan di UK dikabarkan telah berhasil menciptakan sandal jepit dengan menggabungkan partikel karet dari ban bekas, tidak menggunakan perekat atau bahan kimia berbahaya.
5. Mainan Pantai
 Ilustrasi bayi bermain di pantai
Ilustrasi bayi bermain di pantai Foto: Shutterstock
Ketika berlibur ke pantai, membuat kastil dari pasir nampaknya menjadi permainan bagi semua umur. Untuk bisa membangun kastil pasir yang megah, seringkali kita menggunakan beberapa mainan seperti ember, sekop ataupun cetakan kastil.
ADVERTISEMENT
Nah, ternyata semua toys beach tersebut berbahan dasar plastik yang tidak mudah terurai. Untuk itu, kita harus mulai menggantinya dengan beragam mainan yang dibuat dari 100 persen plastik daur ulang.
Beberapa perusahaan di Inggris dilaporkan telah berhasil membuat mainan-mainan yang ramah lingkungan. Mereka menggunakan bahan dasar dari serbuk gergaji pohon karet. Bahkan mainan tersebut dikemas menggunakan kardus dari kertas daur ulang.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan