kumparan
18 Desember 2017 8:08

5 Strategi Mengatur Keuangan Saat Traveling di Luar Negeri

Com-Yuk, traveling lagi!
Com-Yuk, traveling lagi! (Foto: Thinkstocks)
Traveling memang cara yang pas untuk melepas penat. Ketika berlibur kita cenderung santai dan lebih spontan.
ADVERTISEMENT
Meskipun demikian tetap harus hati-hati. Jangan sampai, karena terlalu spontan membelanjakan uang saat berlibur, pengeluaranmu lebih besar daripada bujet yang telah ditentukan.
Bukannya bebas stres, sepulang dari liburan bisa-bisa tagihanmu menumpuk dan membuahkan sumber stres baru. Mengatur keuangan saat traveling memang sedikit tricky. Sebab, kamu harus mempertimbangkan pengeluaran sekaligus tetap bersenang-senang.
Namun tak perlu khawatir, kumparan (kumparan.com) telah merangkum lima strategi mengatur keuangan saat traveling di luar negeri. Yuk, simak!
1. Beli Mata Uang di Indonesia
Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi Uang Rupiah (Foto: Thinkstock)
Sebelum pergi traveling, ada baiknya kamu menyiapkan mata uang negara tujuanmu saat masih berada di Indonesia. Membeli mata uang asing di Indonesia jauh lebih murah, daripada menukarkannya langsung saat sampai di negara tujuan.
Carilah money changer yang menawarkan rate dengan harga paling bagus. Karena meskipun hanya berbeda Rp 200-500, namun jika dikonversikan akan cukup mahal.
ADVERTISEMENT
2. Sediakan Cukup Cash
 Ilustrasi penarikan uang tunai
Ilustrasi penarikan uang tunai (Foto: Pixabay)
Ini lah cara efektif untuk menahan nafsu berbelanjamu yang tinggi. Ketika berbelanja di toko aksesoris atau souvenir, seringnya total belanjaan lebih besar daripada yang kita kira. Meskipun terlihat murah, tetapi jika membeli dalam jumlah banyak akan cukup menguras kantong.
Hal itu dapat kita antisipasi dengan membatasi jumlah uang tunai yang dibawa. Sesuaikan jumlah belanjaanmu dengan uang tunai di dompet. Dengan begitu, hasratmu akan sedikit terkontrol.
3. Jangan Tarik Tunai Terlalu Sering
Ilustrasi uang cash
Ilustrasi uang cash (Foto: Pixabay)
Menarik uang tunai dari ATM di luar negeri dikenakan biaya administrasi yang cukup besar, tergantung kebijakan bank dan afiliasinya. Biasanya sekitar Rp 25-50 ribu sekali tarikan.
Sebenarnya menarik uang tunai dari ATM lebih hemat daripada menukarkan uang di money changer yang menerapkan rate cukup tinggi. Jangan lupa untuk mengkonversikan jumlah uang yang ingin kamu ambil ke dalam mata uang setempat sebelum tarik tunai.
ADVERTISEMENT
4. Jangan Sungkan Menawar
Ilustrasi memberi uang
Ilustrasi memberi uang (Foto: Dok. Pixabay)
Ketika berbelanja di pasar tradisional atau bazar, jangan sungkan untuk menawar. Tersenyumlah ramah kepada penjual sebelum menawar. Namun, jangan lupa untuk tetap bersikap tegas.
Dengan menawar harga souvenir dan aksesoris untuk oleh-oleh teman dan keluargamu di rumah, kamu bisa menghemat banyak pengeluaran.
5. Menginap di Hostel atau Hotel Kapsul
 Ilustrasi hotel kapsul
Ilustrasi hotel kapsul (Foto: Dok. booking.com)
Menghemat pengeluaran lewat pilihan tempat menginap juga bisa jadi solusi. Coba lah menginap di hostel atau hotel kapsul yang menyediakan sharing room. Banyak penginapan murah yang tidak mengesampingkan kebersihan dan kenyamanan tamu.
Hostel atau kapsul hotel ini juga pas buat kamu yang hanya butuh tempat istirahat saat malam. Pilih lah hotel kapsul yang Instagrammable, agar liburanmu makin menyenangkan.
ADVERTISEMENT
Selamat mencoba!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan