7 Tradisi Unik 17 Agustus-an di Indonesia: Peresean hingga Telok Abang

6 Agustus 2022 12:08
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sejumlah Joki memacu kuda lokal gayo pada lomba pacuan kuda tradisional di lapangan pacuan kuda Sengeda, Bener Meriah, Aceh, Sabtu (25/12/2021). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah Joki memacu kuda lokal gayo pada lomba pacuan kuda tradisional di lapangan pacuan kuda Sengeda, Bener Meriah, Aceh, Sabtu (25/12/2021). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Lomba balap karung, panjat pinang hingga pernak-pernik Merah Putih adalah hal yang biasa kamu temukan saat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Tapi Enggak hanya itu saja, ada banyak tradisi unik dari berbagai daerah di Indonesia yang ikut menyemarakkan HUT ke-77 RI.
ADVERTISEMENT
Misalnya saja di Bandung yang punya tradisi unik saat 17 Agustus tiba. Biasanya, masyarakat akan mengadakan Pawai Jampana. Mereka membawa sebuah tandu besar berisi hasil bumi dan hidangan yang dibawa empat orang.
Beda di Bandung, beda pula di Semarang. Di Kota lumpia ini, masyarakatnya justru mengadakan lari obor estafet untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Indonesia.
Tapi enggak hanya dua tradisi itu, berikut kumparan rangkum tradisi unik 17 Agustus-an di berbagai daerah di Indonesia.

1. Lomba Dayung Perahu Naga, Banjarmasin

Lomba perahu naga di Cilacap. Foto: ANTARA/Idhad Zakaria
zoom-in-whitePerbesar
Lomba perahu naga di Cilacap. Foto: ANTARA/Idhad Zakaria
Tradisi unik pertama saat 17 Agustus-an bisa kamu temukan di Pulau Kalimantan, tepatnya di daerah Banjarmasin. Saat Hari Kemerdekaan tiba, ada satu perlombaan yang selalu menarik perhatian wisatawan.
Ya, apalagi kalau bukan Lomba Dayung Perahu Naga yang rutin dilakukan setiap tahunnya di Sungai Martapura. Menariknya, lomba ini pun sudah dilakukan sejak lama, yakni tahun 1924.
ADVERTISEMENT
Lomba dayung ini pun tak hanya menjadi ajang hiburan ketika menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, tetapi juga sarana untuk mencari bibit-bibit pendayung andal calon atlet olahraga air.
Awalnya acara ini memang hanya diperuntukkan bagi warga setempat, namun karena semakin terkenal, pesertanya pun semakin beragam, termasuk dari provinsi tetangga. Selain unik, Lomba Dayung Perahu Naga juga biasanya digelar meriah dengan memperebutkan beragam hadiah menarik lainnya.

2. Pawai Jampana, Bandung

Tradisi unik Pawai Jampana di Bandung. Foto: jabarprov.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Tradisi unik Pawai Jampana di Bandung. Foto: jabarprov.go.id
Dari Banjarmasin bergeser Jawa Barat, tepatnya Kabupaten Bandung, ada satu tradisi unik yang biasa dilakukan untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.
Selain untuk menyambut momen bersejarah bagi Indonesia, Pawai Jampana dilakukan sebagai sebagai perwujudan rasa syukur terhadap hasil panen masyarakat.
Dalam pawai ini akan ada tandu besar yang berisi aneka hasil bumi, hasil kerajinan masyarakat setempat, serta berbagai macam makanan. Tandu tersebut akan dibawa oleh empat orang. Nah, tandu yang ada di dalam pawai ini bukan hanya satu, melainkan ada puluhan.
ADVERTISEMENT
Hasil bumi yang ada pada tandu tersebut kemudian akan diperebutkan oleh peserta pawai dan warga yang ikut menyaksikan pawai. Lalu, makanan yang ada pada tandu akan disantap bersama-sama.
Mengutip laman Pemprov Jawa Barat, Pawai Jampana tak hanya dilakukan untuk menyambut Hari Kemerdekaan, tetapi juga hari penting lain seperti misalnya hari jadi Kota Bandung. Adapun, tujuannya adalah untuk menghidupkan lagi kemeriahan yang biasa dilakukan masyarakat Sunda tempo dulu.

3. Obor Estafet, Semarang

Pawai obor kemerdekaan. Foto: ANTARA/Wira Suryantala
zoom-in-whitePerbesar
Pawai obor kemerdekaan. Foto: ANTARA/Wira Suryantala
Selanjutnya tradisi yang tak kalah unik dan meriah juga ada di Semarang, tepatnya di Kelurahan Papandayan, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, Jawa Tengah.
Kota Lumpia menggelar lari obor estafet untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Indonesia. Menariknya, para peserta dalam lomba lari sambil membawa obor ini adalah para atlet terbaik di Semarang.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Adapun tradisi yang telah dilakukan kurang lebih 30 tahun yang silam ini memiliki makna tersendiri. Obor dianggap sebagai simbol semangat dari para pahlawan saat memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Nah, melalui lomba obor estafet ini, masyarakat diharapkan dapat mencontoh semangat para pahlawan dan melanjutkan perjuangan mereka dalam mengisi kemerdekaan.

4. Peresean, Lombok

Suasana pertunjukan Peresean di Desa Wisata Bonjeruk, Lombok, NTB. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pertunjukan Peresean di Desa Wisata Bonjeruk, Lombok, NTB. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Tradisi unik lainnya juga ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di sini terdapat tradisi bernama Peresean, yang merupakan permainan tradisional khas Lombok. Dalam tradisi ini, dua orang laki-laki akan bertarung menggunakan rotan dan perisai layaknya seorang gladiator.
Dalam Peresean, pepadu atau orang yang bertarung akan diawasi oleh pakembar atau wasit. Dalam satu "pertandingan", ada dua pakembar yang mengawasi, satu untuk di luar area dan lainnya di tengah area.
ADVERTISEMENT
Dalam pertunjukannya, Peresean biasanya digelar di tempat yang cukup luas, agar ruang gerak para petarung tidak sempit dan para penonton juga bisa menyaksikan pertarungan tersebut.
Peresean biasanya dilakukan dalam lima ronde dengan durasi sekitar tiga menit setiap rondenya. Sebelum pertandingan dimulai, pepadu akan diberikan instruksi dan doa-doa agar pertandingan lancar. Tak hanya itu, selama pertarungan berlangsung, iringan musik tradisional juga tidak boleh berhenti.

5. Tirakatan, Jawa

Suasana Kirab Budaya untuk memeriahkan G20 di Surakarta, Kamis (7/7/2022). Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Kirab Budaya untuk memeriahkan G20 di Surakarta, Kamis (7/7/2022). Foto: Moh Fajri/kumparan
Bagi kamu yang tinggal di Jawa, tentu sudah tidak asing lagi dengan Tirakatan. Ya, tradisi ini biasanya dilakukan setiap tanggal 16 Agustus malam.
Tirakatan biasanya diisi dengan pembacaan sajak atau mengenang jasa pahlawan, mengheningkan cipta, doa bersama, lalu kemudian dilanjutkan dengan makan bersama satu kampung.
ADVERTISEMENT
Biasanya, dalam acara ini juga akan ada penyerahan hadiah untuk berbagai macam lomba yang sudah diadakan sebelumnya. Acara ini biasanya dihadiri oleh para sesepuh dan pejabat desa, serta warga setempat.

6. Telok Abang, Palembang

Telok Abang di Palembang. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Telok Abang di Palembang. Foto: Shutter Stock
Selanjutnya Telok Abang, merupakan salah satu tradisi unik yang biasa dilakukan masyarakat Palembang, Sumatera Selatan, untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Telok Abang sendiri merupakan telur yang cangkangnya diberi warna dengan pewarna merah.
Dalam bahasa Palembang, Telok Abang berasal dari dua kata, yakni “telok” berarti telur dan “abang” yang berarti merah.
Biasanya telur yang digunakan adalah telur ayam yang sudah direbus dan diberi pewarna makanan berwarna kemerahan. Telok Abang memiliki arti tersendiri, yakni merah yang berarti berani, sedangkan isinya putih berarti suci yang merepresentasikan Bendera Sang Saka Merah Putih.
ADVERTISEMENT

7. Sepakbola Durian, Kebumen

Ilustrasi buah durian. Foto: Mai amorn/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buah durian. Foto: Mai amorn/Shutterstock
Terakhir, Agustusan identik dengan berbagai macam perlombaan unik di masyarakat. Kalau biasanya kamu menemukan lomba makan kerupuk atau kelereng, di Kebumen, Jawa Tengah kamu justru bisa menemukan tradisi unik yang cukup ekstrem yaitu lomba sepakbola durian.
Sesuai namanya, perlombaan ini mirip seperti olahraga sepakbola hanya saja bolanya diganti dengan buah durian.
Karena cukup ekstrim, perlombaan ini biasanya hanya diikuti oleh orang tertentu misalnya anggota laskar Densus 99 dan anggota forum spiritual. Sebelum perlombaan pun akan diadakan doa bersama untuk keselamatan para peserta.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020