Food & Travel
·
19 Oktober 2020 7:02

Alami Kesialan Belasan Tahun, Wisatawan Ini Kembalikan Artefak Curian di Pompeii

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Alami Kesialan Belasan Tahun, Wisatawan Ini Kembalikan Artefak Curian di Pompeii (18840)
Situs Pompeii, Italia Foto: Shutter stock
Seorang wisatawan asal Kanada terpaksa mengembalikan artefak di situs Kota Kuno Pompeii di Italia yang pernah ia curi 15 tahun lalu. Wisatawan wanita tersebut mengklaim bahwa benda-benda yang ia curi telah dikutuk, sehingga kesialan selalu menimpanya dan keluarga.
ADVERTISEMENT
Dengan penuh sesal, wanita yang mengaku bernama Nicole itu mengirimkan pecahan ubin mosaik yang dicurinya ke agen perjalanan di Italia yang mengatur kunjungannya ke sana. Nicole mengunjungi Pompeii pada tahun 2005, di mana dia dengan sengaja mencuri sebuah artefak sebagai bagian dari perjalanan tamasyanya ke Italia.
Dilansir The Guardian, perempuan berusia 36 tahun ini mengklaim keramik yang ia ambil mengandung kutukan yang membuatnya mengalami kerugian hingga terkena penyakit. Nicole mengambil dua ubin mosaik dari sebuah amphora dan sepotong keramik dari taman arkeologi Pompeii pada 2005.
Alami Kesialan Belasan Tahun, Wisatawan Ini Kembalikan Artefak Curian di Pompeii (18841)
Sisa-sisa kejayaan Kota Pompeii di zaman Romawi kuno Foto: Shutter Stock
Dalam surat pengakuan yang ia kirim ke Pompeii bersama dengan artefak dicuri, Nicole menjelaskan bahwa sejak membawa pulang artefak tersebut, ia dan keluarganya mengalami kesialan karena energi negatif di dalamnya.
ADVERTISEMENT
Salah satu peristiwa yang ia rasakan sejak mencuri artefak itu adalah kenyataan bahwa ia telah dua kali berjuang melawan kanker payudara sejak perjalanannya. Nichole juga menjelaskan bahwa ia dan keluarganya mengalami masalah keuangan sejak mencuri artefak tersebut.
''Kami orang baik dan saya tidak ingin mewariskan kutukan ini kepada keluarga atau anak-anak saya," tulisnya.
Alami Kesialan Belasan Tahun, Wisatawan Ini Kembalikan Artefak Curian di Pompeii (18842)
Pompeii. Foto: Wikimedia Commons
Nicole ternyata bukan satu-satunya wisatawan yang mengirim kembali hasil curiannya dari Pompeii. Pasangan dari Kanada dilaporkan mengembalikan beberapa batu yang diambil dari situs itu pada 2005 silam.
Pasangan itu, melalui surat, meminta maaf atas perilaku buruk yang mereka lakukan dan mendoakan korban tragedi Pompeii. Tidak dirinci lebih lanjut apa yang keduanya alami hingga memutuskan untuk mengembalikan batu itu.
ADVERTISEMENT
"Kami mengambil mereka tanpa memikirkan rasa sakit dan penderitaan yang dialami jiwa-jiwa malang ini selama letusan Vesuvius dan kematian mereka yang mengerikan," kata pasangan itu.
Alami Kesialan Belasan Tahun, Wisatawan Ini Kembalikan Artefak Curian di Pompeii (18843)
Pompeii, kota era Romawi Kuno. Foto: Pixabay
Pompeii merupakan sebuah kota di wilayah Campania di Italia, dan menjadi salah satu tempat wisata tersibuk di luar Roma. Pada tahun 79 M, kota itu terkubur abu vulkanik sedalam enam meter setelah Gunung Vesuvius yang berdiri di dekatnya meletus.
Situs kuno itu telah menjadi salah satu destinasi wisata yang paling ramai dikunjungi di Italia. Bersamaan dengan itu, Pompeii juga mengalami permasalah menahun terkait wisatawan yang mencuri.
Disebutkan bahwa banyak peninggalan yang dicuri, tetapi dikembalikan lagi ke Pompeii bersama dengan surat penyesalan, yang membuat pihak Pompeii mendirikan sebuah museum yang memamerkan artefak-artefak curian itu.
ADVERTISEMENT
Sebagian besar wisatawan ingin menyimpan artefak tersebut sebagai oleh-oleh yang ia simpan di rumah, tetapi beberapa pencuri lebih memilih untuk menjualnya secara online.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).