kumparan
23 Maret 2018 12:32

Berawal dari Nginap Gratis, Kepin & Krisna Sukses Jadi Hotel Reviewer

Krisna & Kepin (Foto: Dok: Krisna Brata)
Hobi bisa mendatangkan rezeki. Begitulah kira-kira yang kini banyak dilakukan orang-orang. Berawal dari sebuah hobi, banyak orang yang kini menekuni hobi mereka menjadi sebuah pekerjaan.
ADVERTISEMENT
Hal ini juga yang coba dijalani oleh Kepin Helmy dan Krisna Brata. Berawal dari posting foto-foto apik saat traveling di feed Instagram, Kepin dan Krisna mendapat undangan untuk berkunjung ke sebuah hotel yang baru dibuka di daerah Jababeka. Siapa yang tahu bahwa tawaran ini menjadi jalan bagi pemilik akun Instagram @kepinhelmy dan @krisnabrataa menjadi hotel reviewer.
Loading Instagram...
Pasar yang masih sangat luang dengan pemain yang belum terlalu banyak menjadi alasan Krisna dan Kepin akhirnya menekuni bidang ini. "Jaman sekarang dengan media sosial, influencer jadi makin dilihat, ada foodies, beauty, dan travel. Tapi yang khusus hotel gitu kan enggak ada, jadi yaudah kita masuk di segmen yang pemainnya masih dikit," ujar Krisna, ketika berbincang dengan kumparanTRAVEL di Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Krisna Brata (Foto: Dok: Krisna Brata)
Lebih lanjut, Krisna menuturkan alasan lain memilih hotel sebagai 'ladang' hobi mereka. "Sejujurnya karena kita norak awalnya, karena kita jadi tahu cara menginap gratis. Misalnya hotel yang harganya Rp 10 juta per hari, kan enggak mungkin kita menginap di situ," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Undangan dan tawaran dari berbagai hotel membuat jam terbang kedua pria ini semakin tinggi. Meski awalnya belum menggunakan bahasa-bahasa 'umum' untuk mereview dan lebih fokus pada foto, Kepin dan Krisna justru semakin sering mendapat undangan untuk mereview hotel, baik kategori bujet maupun leisure. Hal ini membuat mereka 'naik pangkat' dari user Instagram biasa, menjadi influencer di segmen traveling.
"Di satu sisi kita dapat kesenengan, liburan gratis dan satu lagi buat portofolio Kepin juga, karena dia kan fotografer desain interior, jadi bisa ngasah kemampuan gitu dan jadi bahan belajar," tutur Krisna.
Loading Instagram...
Sementara itu, Kepin yang merupakan salah satu mahasiswa perguruan tinggi swasta di Jakarta itu bahkan telah mengembangkan sayapnya ke blog. "Gue bikin blog kepinhelmy.com di awal 2017. Mostly, pembaca blog gue berasal dari Instagram, karena link tentang tempat yang gue review itu dicantumin di postingan Instagram. Pertengahan sampai akhir 2016, review hotel masih di Instagram, meskipun pakai bahasa yang review," ungkap Kepin.
Kepin Helmy (Foto: Dok: Kepin Helmy)
Karena selalu mendapat undangan review hotel di tempat dan waktu yang sama dengan Kepin, Krisna mengaku ia tidak ingin hal ini menjadi bahan persaingan dan mengurangi efektivitas pekerjaannya. Ia memutuskan untuk membuat vlog setiap kali ia mendapat tawaran review.
ADVERTISEMENT
"Syutingnya udah dirutinin, per Februari udah mulai soalnya dan bakal launching setelah puasa, mau distok dulu jadi biar dilepasinnya satu-satu," katanya.
Krisna dan Kepin sendiri dipertemukan oleh Instagram lewat ketertarikan terhadap traveling. Saat ini, jika ada undangan review, biasanya undangan maupun tawaran review tersebut diberikan pada kedua orang ini sekaligus.
Krisna & Kepin (Foto: Dok: Krisna Brata)
"Kalo review hotel sepaket biasanya Kepin dan Krisna, range harganya beda-beda tergantung brand, tergantung harga postingannya juga dan durasi menginap di hotel itu. Baik postingan di Instagram atau Instastory dihargai secara fair," kata Kepin.
Ketika ditanya mengenai pendapatan, Krisna dan Kepin sepakat bahwa penghasilan yang mereka bisa peroleh tidak tetap. "Sebagai influencer, pendapatannya lewat endorse engga tetap, bisa Rp 1,5 juta - Rp 5 juta per bulannya, tergantung brand dan pengerjaan. Kalau untuk review, minimal Rp 2 juta," tutur Krisna.
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
Total ada 31 hotel yang sudah direview oleh Kepin dan 25 hotel yang sudah direview oleh Krisna yang berada di tujuh kota berbeda. "Hotelnya tersebar, ada di Jakarta, Bandung, Surabaya, Lombok, Pekanbaru, Madiun, sama Bali. Ada sih rencana mau review hotel yang ada di daerah Sulawesi seperti Pulau Cinta di Gorontalo, tapi belum kesampaian," ungkap Krisna lagi.
Meski sering review hotel bersama, Krisna mengaku ia tidak akan mengambil hotel yang tidak sesuai dengan segmen pasarnya. Ia mengakui meski segmen pasarnya adalah anak milenial yang senang dengan jalan-jalan, liburan, dan mengunjungi spot dan hotel lucu, followersnya lebih tertarik pada konten hotel yang affordable.
"Segmen pasar gue lebih ke yang kekinian dan Instagramable. Beda sama Kepin, kalo dia lebih ke high-end, menengah ke atas, misalnya hotel bintang lima."
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
Meski terlihat menyenangkan, duo sahabat ini juga menuturkan duka sebagai hotel reviewer yang terkesan bergaya dan nyaman. Misalnya ketika tiba di hotel yang dituju, mereka ternyata tidak punya bahan untuk dijadikan foto yang bagus. Disaat seperti ini, kreativitas dan kapabilitas hotel reviewer diuji.
"Karena udah perjanjian, apapun yang terjadi lo harus bisa hasilin foto bagus, mau di tembok doang, mau di kamar mandi, di mana aja. Kita pernah ke salah satu hotel di Madiun yang ternyata looknya biasa banget, akhirnya kita muter kasur ke deket jendela," cerita Kepin.
"Ketika mengklaim diri elo sebagai hotel reviewer, sayang sih kalo udah ngeluarin uang buat nginep di hotel, tapi elo ga nge-review hotel itu. Atau elo ga nge-review satu tempat, padahal itu undangan dan elo udah dikasih gratis, itu sangat tidak profesional," tambah Kepin.
ADVERTISEMENT
Loading Instagram...
Krisna dan Kepin lebih memilih dikategorikan sebagai influencer ketimbang selebgram, karena mereka berkarya dan berusaha meng-influence followers-nya. "Menurut gue, influencer itu memposting hal-hal yang bisa mengedukasi, nambah ilmu, nambah wawasan, nambah perspektif, nambah sesuatu yang bisa jadi orang baru dapetin, jadi lebih kayak portal info sih," ujar Krisna.
Krisna juga menambahkan bahwa mereka mengupload hal-hal yang mereka suka saja, apa yang memang mereka ingin upload, dan apa yg mau diinfluence ke orang lain.
"Untuk kamu yang baru mulai mereview, apapun kategorinya, yang penting fokus aja. Kalo sesekali melenceng enggak apa-apa, asalkan jangan keterusan. Karena influencer itu akan mempengaruhi orang lain. Jadi kuncinya to be true influencer, be true and stick to the what you post," tutup Krisna.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan