Curhat Wisman Prancis yang Tak Bisa Liburan ke Pulau Komodo: Terlalu Mahal

3 Agustus 2022 9:55
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pulau Komodo, NTT Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Pulau Komodo, NTT Foto: Shutter stock
ADVERTISEMENT
Sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), curhat setelah tak bisa liburan ke Pulau Komodo dan Pulau Padar, usai tarif dinaikkan. Wisman asal Prancis bernama Pierre, ini pun mempertanyakan kebijakan tarif ke Pulau Komodo, Pulau Padar, dan perairan sekitarnya yang mencapai Rp 3,75 juta orang per tahun.
ADVERTISEMENT
"Kami baru saja tiba dan mau ke Rinca, karena tidak bisa ke Pulau Komodo. Tapi terlalu mahal. Itulah sebabnya banyak teman ingin ke sini, tapi tidak bisa karena terlalu mahal," kata Pierre, seperti dikutip dari Antara.
Tiga orang wisatawan asal Perancis tiba di Labuan Bajo dan diantar ke hotel menggunakan mobil dinas milik Pemkab Manggarai Barat, NTT, Selasa (2/8/2022). Mereka akan mengunjungi Pulau Rinca saat berwisata di Labuan Bajo. Foto: Fransiska Mariana Nuka/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Tiga orang wisatawan asal Perancis tiba di Labuan Bajo dan diantar ke hotel menggunakan mobil dinas milik Pemkab Manggarai Barat, NTT, Selasa (2/8/2022). Mereka akan mengunjungi Pulau Rinca saat berwisata di Labuan Bajo. Foto: Fransiska Mariana Nuka/Antara
Pierre yang datang bersama kedua temannya, awalnya merasa bersemangat ketika tiba di Labuan Bajo. Ia bahkan sudah menyiapkan rencana yang matang untuk mengunjungi banyak tempat wisata di sana.
Sayangnya, rencana itu berubah setelah ia mendapat informasi bahwa Pulau Komodo ditutup, dan mengalihkan rencana wisatanya ke Pulau Rinca.
Setelah mengetahui kenaikan tersebut, Pierre mengungkapkan bahwa hal itu bukanlah berita bagus bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Labuan Bajo, apalagi Flores yang belum terlalu terkenal seperti Bali.
Taman Nasional Komodo. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Taman Nasional Komodo. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Bahkan, banyak temannya yang tidak bisa berkunjung dan mengalihkan wisata mereka ke Lombok, serta Bali.
ADVERTISEMENT
Dia berharap polemik kenaikan harga tiket ini bisa segera terselesaikan, sehingga iklim pariwisata di Pulau Komodo kembali hidup dan membawa keuntungan pula bagi warga lokal.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kami sangat bersemangat untuk ke sana. Semoga segera dibuka kembali untuk pariwisata," tutur Pierre.

Curhat Wisatawan Lainnya Tentang Kenaikan Tarif TN Komodo

Ornamen komodo di Taman Nasional Komodo. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ornamen komodo di Taman Nasional Komodo. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Nyatanya, tak hanya Pierre yang mempertanyakan kenaikan harga TN Komodo. Hal yang sama juga turut dirasakan oleh wisatawan asal Jerman, Tika, yang menilai tarif baru Rp 3,75 juta tidak masuk akal bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Kalau saya lihat yang lokal berpenghasilan normal pasti sangat mustahil bayar tiket seperti itu," ucap Tika.
Tika juga heran dengan kebijakan harga tiket masuk ke TN Komodo yang bisa dimanfaatkan berkali-kali. Padahal, tak semua orang, terutama wisatawan asing bisa datang lebih dari sekali setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
"Tidak mungkin dari luar negeri mau ke sini tiga kali, untuk apa? Tidak mungkin datang tiga kali dalam setahun," kata Tika.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan kebijakan biaya kontribusi yang mencakup tarif tiket masuk sebesar Rp 3,75 juta per orang per tahun ke Pulau Padar, Pulau Komodo, dan wilayah perairan di sekitarnya.
Kebijakan itu mulai berlaku 1 Agustus 2022 dengan pengelolaan jasa wisata diambil alih oleh PT Flobamor sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi NTT.
Meski menuai pro dan kontra, kenaikan tarif tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk melindungi satwa endemik Indonesia tersebut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020