Kumparan Logo

Deretan Situs Warisan Dunia UNESCO yang Terancam Bahaya, Indonesia Termasuk

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keindahan Great Barrier Reef, terumbu karang terbesar di Australia Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Keindahan Great Barrier Reef, terumbu karang terbesar di Australia Foto: Shutter Stock

Setiap tahunnya sejak 1978, UNESCO merilis daftar situs warisan dunia terbarunya. Dalam sidang komite yang berlangsung di Fuzhou, China, pada 22 Juli 2021, ada 34 situs warisan dunia yang baru.

Daftar tersebut merupakan tempat-tempat yang diusulkan sejak 2020-2021.

kumparan post embed
Kota Liverpool. Foto: Paul Ellis/AFP

Selain memasukkan nama-nama baru, UNESCO juga menghapus deretan situs warisan dunia. Pembangunan masif dan kerusakan lingkungan merupakan dua faktor utama yang dapat menghilangkan status tersebut.

Salah satunya adalah kota Liverpool yang telah memegang status warisan dunia UNESCO sejak 2004.

Saat itu Liverpool dianggap sebagai kota perdagangan maritim utama dunia di masa lampau. Keberadaan pelabuhan di sana dinilai sebagai faktor besarnya pengaruh Inggris di dunia.

Kota Liverpool. Foto: Paul Ellis/AFP

Meski demikian, sejak 2012 status bergengsi kota Liverpool mulai terancam. Pembangunan di wilayah utara pelabuhan jadi penyebab UNESCO mempertimbangkan pencabutan gelar.

Sebelum memutuskan untuk menghapus situs warisan dunia, biasanya UNESCO akan memasukan tempat-tempat tersebut ke dalam Daftar Bahaya (Danger List). Supaya pemerintah setempat bisa melakukan langkah penyelamatan.

kumparan post embed
Keindahan Great Barrier Reef, terumbu karang terbesar di Australia Foto: Shutter Stock

Jika memang tidak bisa diselamatkan, kemungkinan UNESCO akan menghapus situs warisan dunia tersebut dari dalam daftarnya.

Mengutip laman resminya, tercatat ada 50 lebih daftar situs warisan dunia yang masuk dalam daftar bahaya. Great Barrier Reef di Australia merupakan salah satu situs warisan dunia yang terancam karena kerusakan gugusan terumbu karangnya.

Mengejutkannya lagi, Indonesia juga termasuk dalam daftar tersebut.

Kebakaran Hutan di Sumatra Selatan. Foto: Antara/Nova Wahyudi

Berikut daftar 52 situs yang masuk dalam Daftar Bahaya UNESCO, termasuk Indonesia:

Afghanistan

  • Lanskap Budaya dan Peninggalan Arkeologi Lembah Bamiyan (masuk daftar pada 2003)

  • Menara dan Peninggalan Arkeologi Jam (2002)

Austria

  • Pusat Sejarah Wina (2017)

  • Bolivia (Negara Plurinasional)

  • Kota Potosi (2014)

Republik Afrika Tengah

  • Taman Nasional Manovo-Gunda St Floris (1997)

Pantai Gading

  • Cagar Alam Gunung Nimba (1992)

Kongo

  • Taman Nasional Garamba (1996)

  • Taman Nasional Kahuzi-Biega (1997)

  • Suaka Margasatwa Okapi (1997)

  • Taman Nasional Salonga (1999)

  • Taman Nasional Virunga (1994)

Mesir

  • Abu Mena (2001)

Guinea

  • Cagar Alam Gunung Nimba (1992)

Honduras

  • Cagar Biosfer Río Plátano (2011)

Indonesia

  • Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera (2011)

Irak

  • Ashur (Qal'at Sherqat) (2003)

  • Hatra (2015)

  • Kota Arkeologi Samarra (2007)

Yerusalem (situs yang diusulkan oleh Yordania)

  • Kota Tua Yerusalem dan Temboknya (1982)

Kenya

  • Taman Nasional Danau Turkana (2018)

Libya

  • Situs Arkeologi Kirene (2016)

  • Situs Arkeologi Leptis Magna (2016)

  • Situs Arkeologi Sabratha (2016)

  • Kota Tua Ghadamès (2016)

  • Situs Seni Batuan Tadrart Acacus (2016)

Madagaskar

  • Hutan hujan Atsinanana (2010)

Mali

  • Kota Tua Djenné (2016)

  • Timbuktu (2012)

  • Makam Askia (2012)

Meksiko

  • Kepulauan dan Kawasan Lindung Teluk California (2019)

Mikronesia

  • Nan Madol: Pusat Upacara Mikronesia Timur (2016)

Nigeria

  • Cagar Alam Udara dan Ténéré (1992)

Palestina

  • Kota Tua Hebron/Al-Khalil (2017)

  • Palestina: Tanah Zaitun dan Tanaman Merambat-Lanskap Budaya Yerusalem Selatan, Battir (2014)

Panama

  • Benteng di Sisi Karibia Panama: Portobelo-San Lorenzo (2012)

Peru

  • Zona Arkeologi Chan Chan (1986)

Senegal

  • Taman Nasional Niokolo-Koba (2007)

Serbia

  • Monumen Abad Pertengahan di Kosovo (2006)

Pulau Solomon

  • Rennell Timur (2013)

Suriah

  • Kota Kuno Aleppo (2013)

  • Kota Kuno Bosra (2013)

  • Kota Kuno Damaskus (2013)

  • Desa Kuno di Suriah Utara (2013)

  • Crac des Chevaliers dan Qal'at Salah El-Din (2013)

  • Situs Palmyra (2013)

Uganda

  • Makam Raja Buganda di Kasubi (2010)

Tanzania

  • Cagar Alam Selous (2014)

Amerika Serikat

  • Taman Nasional Everglades (2010)

Uzbekistan

  • Pusat Sejarah Shakhrisyabz (2016)

Venezuela

  • Coro dan Pelabuhannya (2005)

Yaman

  • Kota Bersejarah Zabid (2000)

  • Kota Tua Sana'a (2015)

  • Kota Tembok Tua Shibam (2015)

kumparan post embed
embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)