Food & Travel
·
13 Januari 2021 18:09

Diawaki Pilot Perempuan, Air India Sukses Tempuh Penerbangan Jarak Jauh AS-India

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Diawaki Pilot Perempuan, Air India Sukses Tempuh Penerbangan Jarak Jauh AS-India (126008)
Ilustrasi Pesawat Air India. Foto: Shutter Stock
Sebuah pesawat maskapai penerbangan India, Air India, membuat sejarah baru setelah sukses menyelesaikan penerbangan nonstop terpanjang yang pernah dioperasikannya.
ADVERTISEMENT
Bukan hanya rekor penerbangan terpanjang, yang menarik adalah seluruh tim, termasuk pilot dalam penerbangan tersebut diawaki oleh perempuan. Dilansir CNN, kru yang terdiri dari empat awak kokpit dari Air India ini menyelesaikan penerbangannya selama 17 jam pada hari Senin (11/1).
"Kami adalah putri India yang diberi kesempatan untuk melakukan penerbangan bersejarah ini," kata Kapten Zoya Aggarwal, yang menerbangkan leg pertama penerbangan tersebut, kepada CNN Travel.
"Kami mampu membuat babak baru dalam sejarah penerbangan India. Saya sangat bangga menjadi bagian dari ini dan saya secara pribadi telah mempersiapkan lebih dari satu tahun untuk penerbangan ini," imbuhnya.
Aggarwal mengungkapkan rasa kagumnya selama penerbangan. Ia mengatakan bahwa pemandangan dari Kutub Utara sangat indah dan sebagai wanita mereka memiliki tujuan untuk membuktikan bahwa mereka dapat melakukan pekerjaan itu.
ADVERTISEMENT
Dalam penerbangan tersebut, mereka bergabung dengan dua perwira pertama, yaitu Kapten Akansha Sonaware dan Kapten Shivani Manhas. Penerbangan Air India 176-Boeing 777 itu dijadwalkan berangkat dari San Francisco pada 11 Januari 2021 dan tiba di Bengaluru, India Selatan, pada hari yang sama pukul 03.07 waktu setempat.
Diawaki Pilot Perempuan, Air India Sukses Tempuh Penerbangan Jarak Jauh AS-India (126009)
Zoya Aggarwal, pilot Air India Foto: Hardeep Singh Puri
Berdasarkan pernyataan resmi Air India, maskapai penerbangan tersebut telah menempuh jarak lebih dari 8.600 mil. Ini juga merupakan penerbangan pertama dari India Selatan yang terhubung langsung dengan Amerika Serikat, menurut pernyataan dari Bandara Internasional Kempegowda, Bengaluru (KIAB), tempat penerbangan itu mendarat.
"Ini adalah penerbangan nonstop pertama antara Bengaluru dan Amerika Serikat, menghubungkan dua pusat teknologi dunia dan kota kembar, Lembah Silikon asli dan Lembah Silikon India," kata pernyataan resmi Bandara Internasional Kempegowda Bengaluru.
ADVERTISEMENT
Kapten Agarwal menyampaikan, dirinya sangat bangga memiliki tim perempuan berpengalaman. Mereka terdiri atas Kapten Thanmai Papagari, Akanksha Sonawane, dan Shivani Manhas. Momen ini adalah kali pertama tim pilot yang semuanya perempuan terbang di atas Kutub Utara dan menciptakan sejarah.
"Ini sungguh mimpi yang jadi kenyataan bagi setiap pilot profesional," kata sang kapten.
Diawaki Pilot Perempuan, Air India Sukses Tempuh Penerbangan Jarak Jauh AS-India (126010)
ilustrasi maskapai India Air Foto: Wikimedia Commons
Ini bukan pencapaian pertama Kapten Agarwal. Sebelumnya, ia juga jadi perempuan termuda yang pernah menerbangkan Boeing-777 pada 2013.
Seorang pejabat Air India menyebut bahwa perjalanannya sangat sulit. Perusahaan penerbangan hanya mengirimkan pilot terbaik dan paling berpengalaman untuk terbang di atas Kutub Utara.
"Kali ini Air India memberi tanggung jawab pada seorang kapten perempuan untuk perjalanan dari San Francisco ke Bengaluru melalui jalur kutub," kata pejabat itu.
ADVERTISEMENT
Kopilot Thanmei Papagari, pilot yang terbang pada leg kedua mengatakan bahwa penerbangan ini akan menciptakan lebih banyak kesempatan bagi perempuan. Terlebih, menurutnya profesi pilot semakin minim diminati oleh laki-laki.
"Gagasan untuk melihat penerbangan sebagai bidang yang didominasi laki-laki semakin berkurang. Kami dipandang sebagai pilot, tidak ada perbedaan," katanya.
Menurut laporan, sektor penerbangan India banyak berinvestasi dalam melatih perempuan untuk menjadi pilot. Sekitar 12 persen pilot negara itu adalah perempuan, persentase tertinggi di dunia, menurut Center for Aviation.
Itu kira-kira tiga kali lipat proporsi di AS, di mana hanya 4 persen adalah wanita dan lainnya laki-laki. Pada 2017, Air India mengatakan bahwa ingin menjadi maskapai pertama yang terbang keliling dunia dengan awak yang semuanya perempuan.
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).