Food & Travel
·
28 Juni 2020 12:32

Dibuka 1 Juli, Labuan Bajo Terapkan Sistem Registrasi Online untuk Wisatawan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Dibuka 1 Juli, Labuan Bajo Terapkan Sistem Registrasi Online untuk Wisatawan (386028)
Pemandangan di depan Hotel Inaya Bay Komodo, Labuan Bajo, NTT. Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan
Setelah ditutup sementara akibat pandemi virus corona, Labuan Bajo tengah bersiap menyambut kembali wisatawan. Pada 1 Juli mendatang, pariwisata di Labuan Bajo akan dibuka kembali untuk wisatawan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima kumparan, Minggu (28/6), ada dua langkah spesifik yang akan diterapkan dalam uji coba pelaksanaan aktivitas pariwisata Labuan Bajo. Pertama, dengan menerapkan registrasi online bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Taman Nasional Komodo.
Langkah kedua, menerapkan protokol kesehatan pengunjun sesuai konsep cleanliness, health, and safe (CHS). Protokol kesehatan ini dilaksanakan dengan menyediakan seluruh fasilitas pendukung kebersihan di Taman Nasional Komodo.
Dibuka 1 Juli, Labuan Bajo Terapkan Sistem Registrasi Online untuk Wisatawan (386029)
Labuan Bajo. Foto: Kemenparekraf
Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) bersama dinas terkait akan melakukan uji coba sistem digital registrasi online pada Senin (29/6), khususnya bagi para wisatawan lokal di Manggarai Barat.
Direktur Utama BOPLBF, Shana Fatina, menjelaskan, sistem ini diharapkan bisa mencegah kerumunan wisatawan. Serta menciptakan sistem administrasi yang baik dan tertib khususnya bagi wisatawan yang datang dan kapal-kapal yang masuk dan keluar wilayah Taman Nasional Komodo.
ADVERTISEMENT
“Sistem online ini sebenarnya menjadi salah satu penerapan konsep destinasi super premium yang ingin kita capai ke depannya. Banyak hal bisa kita capai melalui sistem ini, salah satunya dengan makin terjaganya wilayah Taman Nasional Komodo yang merupakan wilayah konservasi nasional kita, tanpa menghilangkan kesempatan bagi para wisatawan untuk tetap bisa berkunjung ke Taman Nasional Komodo”, jelas Shana.
Lebih lanjut, Shana menekankan, sudah saatnya Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium memiliki satu sistem terpadu.
Dibuka 1 Juli, Labuan Bajo Terapkan Sistem Registrasi Online untuk Wisatawan (386030)
Pulau Padar yang mempesona dari kejauhan Foto: Dok. Kemenparekraf
“Kita bangun pelan-pelan sistem digital yang mumpuni dan penerapan protokol kesehatan yang memadai. Hal positif yang bisa kita dapatkan dari masa pandemi COVID-19 ini adalah kita jadi lebih detail memikirkan segi keamanan selain hanya sekadar kenyamanan para wisatawan dan sekaligus mengantisipasi imbasnya bagi kesehatan warga kita sendiri”, tegas Shana.
ADVERTISEMENT
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kab. Manggarai Barat, Agustinus Rinus, menurutnya, sistem satu pintu ini menjadi awal yang baik untuk pariwisata Labuan Bajo yang lebih tertib.
Dibuka 1 Juli, Labuan Bajo Terapkan Sistem Registrasi Online untuk Wisatawan (386031)
Berwisata ke Taman Nasional Komodo Foto: Antara/Muhammad Adimaja
“Sistem ini secara otomatis akan menertibkan seluruh kapal yang masuk ke wilayah TNK harus yang terdaftar dan memiliki ijin berlayar”, ungkap Gusti.
Kepala BTNK, Lukita Awang, menegaskan, fase pertama uji coba pembukaan pariwisata Taman Nasional Komodo akan berlangsung mulai dari tanggal 29 Juni 2020. Pembukaan masih diperuntukkan untuk warga lokal Manggarai Barat.
"Berkenaan dengan hal tersebut di atas, kami akan merencanakan tahapan pembukaan taman nasional Komodo (TNK) di antaranya melakukan simulasi pelayanan pengunjung pada tanggal 29 Juni - 5 Juli 2020 dengan mengujicobakan situs online http://labuanbajoflores.id/online-bookingonline/Public yang dibangun bersama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF)”, terang Awang.
ADVERTISEMENT
Awang menambahkan, untuk pembukaan fase kedua dan seterusnya, akan dilaksanakan sesuai evaluasi berkala dan setelah mendapat persetujuan dari Dirjen KSDAE KLHK dengan memperhatikan protokol kunjungan wisata alam Taman Nasional Komodo.
Tahap pertama uji coba jumlah pengunjung juga akan dibatasi sebanyak 25 orang per hari, sementara untuk wisata di situs selam diberlakukan kuota 5 kapal per hari atau per situs.
“Dengan demikian, sesuai surat edaran Direktur Jenderal KSDAE Nomor: SE.9/KSDAE/PJLHK/KSA.3/6/2020, kami secara bertahap membuka kembali aktivitas wisata di Kawasan Taman Nasional Komodo”, tegas Awang.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Saksikan video menarik di bawah ini: