Food & Travel
·
3 Maret 2021 12:55

Emirates Izinkan Penumpang Beli Seluruh Kursi agar Tak Duduk dengan Orang Asing

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Emirates Izinkan Penumpang Beli Seluruh Kursi agar Tak Duduk dengan Orang Asing (259822)
Maskapai Emirates Foto: Instagram @emirates
Maskapai penerbangan asal Uni Emirat Arab (UEA) Emirates Airlines menyediakan layanan menarik bagi penumpang yang enggan duduk bersebelahan dengan orang asing di masa pandemi COVID-19,
ADVERTISEMENT
Emirat mengizinkan penumpang pesawat untuk membeli hingga tiga kursi kosong yang bersebelahan, bagi penumpang yang ingin mendapat ruang lebih banyak di tengah pandemi. Fasilitas ini diberikan untuk penerbangan kelas ekonomi.
Dilansir Arab News, maskapai asal Dubai itu mengungkapkan bahwa skema baru ini akan ditawarkan kepada seluruh penumpang kelas ekonomi dengan pemesanan terkonfirmasi. Namun, layanan ini tidak langsung tersedia saat mereka memesan tiket pesawat.
Emirates Izinkan Penumpang Beli Seluruh Kursi agar Tak Duduk dengan Orang Asing (259823)
Pramugari Maskapai Emirates di Kabin Pesawat Foto: Shutter Stock
Pelanggan hanya bisa membeli kursi setelah check-in di bandara dengan harga 55 hingga 165 dolar AS, atau setara Rp 787 ribu hingga Rp 2,3 juta.
Emirates mengatakan bahwa kebijakan tersebut merujuk pada ulasan penumpang, terutama terkait mencari privasi dan ruang ekstra saat terbang menggunakan kelas ekonomi. Para penumpang yang cenderung membeli kursi tambahan adalah pasangan dan orang tua dengan bayi.
ADVERTISEMENT
Selain itu, penumpang yang ingin menjaga-jaga selama bepergian di tengah pandemi juga cenderung membelinya. Saat ini, International Air Transport Association (IATA) memperkirakan bahwa industri penerbangan akan tetap berkurang pendapatannya selama 2021.
Emirates Izinkan Penumpang Beli Seluruh Kursi agar Tak Duduk dengan Orang Asing (259824)
ilustrasi penumpang pesawat Foto: shutterstock
“Dengan pemerintah yang memperketat pembatasan perbatasan, 2021 akan menjadi tahun yang lebih sulit dari perkiraan sebelumnya,” kata Director General dan CEO IATA Alexandre de Juniac, sebagaimana dikuti dari Arab News.
IATA memprediksi kerugian yang dialami maskapai penerbangan selama 2021 sebesar 95 miliar dolar AS.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).