Food & Travel
·
22 September 2020 7:16

Foto: Geliat Pariwisata di Bali dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Foto: Geliat Pariwisata di Bali dengan Menerapkan Protokol Kesehatan  (16705)
Sejumlah penari Bali mengenakan pelindung wajah saat mulai tampil dalam atraksi budaya untuk pariwisata di Nusa Dua, Badung. Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
Kawasan pariwisata yang biasanya dipenuhi ingar bingar aktivitas para turis itu seakan 'mati suri'. Pandemi virus corona yang mulai merebak sejak awal tahun 2020 itu perlahan melumpuhkan roda perekonomian masyarakat Bali yang sebagian besar bergantung pada sektor pariwisata.
ADVERTISEMENT
Berbagai destinasi dan atraksi pariwisata, hotel, tempat hiburan serta pusat perbelanjaan terpaksa ditutup operasional selama beberapa waktu.
Setelah beberapa bulan menghadapi masa sulit akibat wabah corona, para pemangku kebijakan dan pelaku industri pariwisata yang ada di Bali mengupayakan bagaimana agar bisa keluar dari krisis serta bersiap membuka kembali pariwisata pada era adaptasi kebiasaan baru.
Foto: Geliat Pariwisata di Bali dengan Menerapkan Protokol Kesehatan  (16706)
Sejumlah wisatawan menikmati suasana senja di pantai setelah dibukanya pariwisata untuk wisatawan domestik di Pantai Pererenan, Badung. Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
Di era tersebut, pelaku usaha pariwisata, harus menerapkan berbagai protokol kesehatan serta program Cleanliness, Health, Safety (CHS) yang telah ditetapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memastikan industri pariwisata dan kesehatan dapat berjalan beriringan.
Berbagai bentuk protokol kesehatan telah diterapkan setelah pembukaan pintu wisatawan domestik mulai 31 Juli 2020 lalu.
Penggunaan masker, pelindung wajah, penyediaan tempat mencuci tangan dan cairan pembersih tangan, pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan hand sanitizer serta pemasangan tanda pengatur jaga jarak saat ini sudah menjadi hal lumrah yang dijumpai di setiap titik objek dan akomodasi pariwisata beserta sarana pendukung industri tersebut di Pulau Dewata.
Foto: Geliat Pariwisata di Bali dengan Menerapkan Protokol Kesehatan  (16707)
Wisatawan mancanegara berjalan di dekat baliho sosialisasi penggunaan masker di kawasan Legian, Badung. Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO
Keseriusan penerapan berbagai protokol kesehatan itu ditargetkan dapat menekan angka penyebaran virus corona sehingga mampu membangun kepercayaan wisatawan untuk mengunjungi Bali kembali. Dengan cara begitu perekonomian di Pulau Seribu Pura ini akan bergeliat seperti saat sebelum terjadi pandemi virus corona.
ADVERTISEMENT
Adaptasi kebiasaan baru di Bali diterapkan dalam tiga tahapan yakni tahap pertama telah dimulai 9 Juli 2020 untuk masyarakat lokal. Selanjutnya tahap kedua juga telah dimulai 31 Juli yaitu aktivitas diperluas untuk sektor pariwisata untuk wisatawan nusantara. Jika semua berjalan lancar, tahap ketiga rencananya akan dibuka untuk wisatawan mancanegara namun masih harus memastikan penurunan kasus corona dan penerapan protokol kesehatan secara konsisten.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.