Gunung Bromo Tambah Kuota Kunjungan Wisatawan, Kini 3.500 Orang per Hari

27 Desember 2023 12:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pengunjung saling bercengkrama dengan latar savana Gunung Bromo di Bukit Teletubbies, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (16/10/2023). Foto: Muhammad Mada/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung saling bercengkrama dengan latar savana Gunung Bromo di Bukit Teletubbies, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (16/10/2023). Foto: Muhammad Mada/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Libur Natal dan Tahun Baru banyak dimanfaatkan masyarakat untuk mengunjungi berbagai tempat wisata, tak terkecuali Gunung Bromo. Hal inilah yang membuat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menambah kuota kunjungan wisatawan.
ADVERTISEMENT
Kini, pihak TNBTS menambah kuota kunjungan wisatawan menjadi 3.500 orang per hari di kawasan Gunung Bromo pada masa libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Kuota ini ditambah sebanyak 748 orang per hari.
"Ada penambahan kuota kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo, dari sebelumnya 2.752 orang per hari, menjadi 3.500 orang per hari," ujar Ketua Tim Evaluasi Kehumasan Balai Besar TNBTS, Hendra, seperti dikutip dari Antara.
Foto udara sejumlah pengunjung berwisata di kawasan Bukit Teletubbies, Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (16/10/2023). Foto: Muhammad Mada/ANTARA FOTO
Meskipun demikian, penambahan kuota ini tak akan dilakukan selamanya. Sebab, kuota 3.500 orang per hari hanya akan diberlakukan selama periode libur akhir tahun, yaitu sejak 24 Desember 2023 lalu hingga 3 Januari 2024 mendatang.
"Penambahan kuota dilakukan selama libur Natal dan Tahun Baru, karena ada peningkatan, sehingga kita mengakomodir penambahan kuota," kata Hendra.
ADVERTISEMENT
Penambahan kuota 748 orang ini disebar ke beberapa titik di kawasan Gunung Bromo. Seperti kawasan Bukit Cinta dibuka untuk 161 orang per hari, Bukit Kedaluh 510 orang per hari, Penanjakan 1.046 per hari, Mentigen 262 orang per hari, dan Savana Teletubbies sebanyak 1.521 orang per hari.
Sementara itu, terkait dengan kepadatan volume kendaraan bermotor yang menuju kawasan Gunung Bromo pada libur Natal 2023 lalu, Hendra mengatakan bahwa hal tersebut karena banyaknya masyarakat yang ingin melihat matahari terbit.
Foto udara sejumlah pengunjung berwisata di kawasan Bukit Teletubbies, Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (16/10/2023). Foto: Muhammad Mada/ANTARA FOTO
"Banyak pengunjung Bromo dengan tujuan utama untuk melihat matahari terbit. Semua orang akan tertuju ke sana dan mencari spot terbaik, sehingga tiga pintu masuk, yakni Pasuruan, Malang, dan Probolinggo menumpuk," tuturnya.
Untuk itu, pihak TNBTS mengimbau wisatawan yang berkunjung untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku, seperti melakukan booking online sebelum melakukan kunjungan. Selain itu, wisatawan juga dilarang membawa senjata api atau peralatan yang dipergunakan untuk berburu, termasuk tidak membuat api unggun atau perapian di dalam kawasan yang bisa menimbulkan kebakaran.
ADVERTISEMENT
Mereka juga mengimbau agar wisatawan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing, mengingat pada periode tersebut sudah masuk musim hujan.
"Kepada seluruh pengunjung yang beraktivitas di dalam kawasan, dimohon untuk bisa mengikuti aturan yang berlaku," pungkas Hendra.