Indonesia Gandeng Malaysia Hadirkan Festival Budaya Islam-Melayu 2026
21 November 2025 12:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
Indonesia Gandeng Malaysia Hadirkan Festival Budaya Islam-Melayu 2026
Indonesia siap berkolaborasi dengan Malaysia dalam penyelenggaraan festival budaya bertema Islam-Melayu.kumparanTRAVEL

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan dukungan penuh terhadap rencana festival tersebut, yang akan dikemas dalam konsep public art atau seni publik, sehingga mampu menjangkau audiens lebih luas dan menjadi ajang pertukaran budaya.
“Saya sangat mendukung pameran dengan konsep public art ini, terutama yang membahas budaya Islam-Melayu. Di Indonesia sendiri, ada banyak akulturasi budaya Indonesia dengan Islam, khususnya di bidang seni,” ujar Fadli Zon, seperti dikutip dari Antara.
Festival Malaysia Islamic Art and Design 2026
Acara bertajuk Malaysia Islamic Art and Design dijadwalkan berlangsung pada November 2026, dan akan menampilkan instalasi seni di sejumlah ruang publik di Jakarta. Konsep ini dinilai berbeda dari festival seni pada umumnya, karena menghadirkan pengalaman budaya secara langsung di ruang terbuka.
ADVERTISEMENT
Festival tersebut diharapkan menjadi sarana promosi budaya Islam-Melayu, sekaligus ruang edukasi antara maestro seni dan masyarakat umum.
Direktur & Advisory Ltd, Paulina Gallardo, menilai pentingnya membangun ruang kolaborasi antara pegiat budaya, kurator, dan penikmat seni.
“Festival ini menjadi inisiatif pertama yang merayakan warisan negara-negara Melayu, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand Selatan, dan Filipina Selatan,” ucapnya.
Museum Gedung Pusaka Keraton Kanoman Jadi Contoh Ruang Publik Modern
Dalam kesempatan tersebut, Fadli turut menyinggung Museum Gedung Pusaka Keraton Kanoman di Cirebon, yang baru saja diresmikan sebagai contoh pemanfaatan ruang publik berbasis teknologi modern. Ruang pamer yang sebelumnya merupakan gudang abad ke-18 kini ditata ulang menjadi pusat seni, dengan instalasi dan video mapping yang menampilkan narasi budaya.
“Proses penataan ruang pamer sudah sesuai prinsip museum modern dan dapat menjadi acuan untuk instalasi seni,” tutur Fadli.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Fadli menyebut pemerintah terus menjajaki peluang kolaborasi lintas sektor untuk memajukan budaya Islam-Melayu.
“Dengan memajukan seni dan budaya Islam-Melayu, kita dapat membangun ekosistem berkelanjutan yang memberikan kesejahteraan bagi para pelaku seni,” pungkasnya.
