Ini 4 Hal yang Tidak Pernah Dilakukan Pilot Saat Jadi Penumpang Pesawat
15 Agustus 2025 9:21 WIB
·
waktu baca 3 menit
Ini 4 Hal yang Tidak Pernah Dilakukan Pilot Saat Jadi Penumpang Pesawat
Sama seperti traveler pada umumnya, seorang pilot juga butuh yang namanya liburan. kumparanTRAVEL

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Saat tidak bertugas, pernahkah traveler bertanya-tanya, apa saja yang kira-kira tidak pernah dilakukan saat menjadi penumpang pesawat?
Untuk mengetahui jawabannya, Huffpost mewawancarai beberapa pilot tentang kebiasaan yang tidak pernah mereka lakukan saat menjadi penumpang. Kira-kira apa saja, ya? Berikut ulasannya.
1. Jangan Berdiri Sebelum Pesawat Berhenti Sempurna
Seorang pilot yang bernama Gooris, mengatakan bahwa ia tidak akan pernah berdiri di lorong ketika pesawat belum tiba di garbarata, dan sabuk pengaman masih terpasang.
"Meskipun ini tampak masuk akal, kamu akan terkejut betapa seringnya penumpang berdiri sebelum pesawat tiba di gate," katanya.
Melepas sabuk pengaman saat lampu masih menyala tidak hanya ilegal, tetapi juga bisa berbahaya. Pilot terkadang perlu menginjak rem secara tiba-tiba, misalnya ketika sistem docking pesawat memberi tahu pilot untuk menunggu.
ADVERTISEMENT
"Bisa dibayangkan ketika orang-orang berdiri di lorong, mereka memiliki risiko tinggi cedera," tutur Gooris.
Gooris juga mencatat bahwa ia tidak akan pernah berdiri di lorong selama proses turun pesawat, sebelum giliran barisannya.
2. Jangan Panik Saat Turbulensi
Bagi kebanyakan orang, turbulensi menjadi salah satu momen yang mendebarkan dan bikin enggak nyaman. Tak sedikit dari mereka yang berpikir bahwa pesawat akan jatuh.
Meski demikian, pilot lain bernama Carter, mengatakan bahwa turbulensi adalah fenomena atau hal yang wajar terjadi saat penerbangan. Ia pun menyamakan turbulensi dengan naik perahu.
"Di dalam perahu, Anda dapat melihat ombak saat terombang-ambing. Udara adalah cairan seperti air, tetapi di udara Anda tidak dapat melihat ‘ombak’. Hal ini sepenuhnya aman dan pesawat dapat mengatasinya," katanya.
ADVERTISEMENT
Ia juga mengimbau penumpang untuk tidak panik dan tetap ikuti instruksi dari awak kabin.
"Turbulensi biasanya tidak berbahaya selama Anda mengikuti instruksi awak pesawat. Tetap duduk dan kenakan sabuk pengaman saat diminta," tambah Carter.
3. Jangan Taruh Semua Tas di Bagasi Kabin
Kebiasaan berikutnya yang tak ia lakukan adalah tidak menaruh semua tas di bagasi kabin. Carter mengatakan bahwa ia pernah merasa bersalah ketika menaruh semua tasnya di atas kabin.
Usut-punya usut, ada satu penumpang yang tampak sedih, karena tidak ada ruang untuk menaruh kopernya.
Memang, banyak penumpang melanggar aturan maskapai yang membatasi jatah bagasi kabin hanya satu tas untuk rak bagasi atas, dan satu barang pribadi untuk diletakkan di bawah kursi di depan penumpang.
ADVERTISEMENT
"Sejak saat itu, saya selalu menyimpan ransel di bawah kursi di depan saya. Jika semua orang melakukan satu hal kecil itu, perjalanan akan jauh lebih mudah bagi semua orang," tutur Carter.
4. Jangan Menutup Jendela saat Pesawat Lepas Landas dan Mendarat
Pilot sekaligus blogger bernama Mindy Lindheim, mengatakan bahwa ia tidak pernah menutup jendela pesawat saat lepas landas atau mendarat. Selain alasan keselamatan, membuka jendela saat lepas landas dan mendarat bisa mendeteksi jika terjadi sesuatu saat penerbangan.
"Pilot tidak dapat melihat banyak bagian sayap dari kokpit, sehingga penumpang bisa menjadi orang pertama yang melihat sesuatu yang tidak normal dan memberi tahu awak pesawat," ungkap Lindheim.
Namun, ia menekankan bahwa perjalanan udara tetap lebih aman daripada yang ditakutkan banyak penumpang.
ADVERTISEMENT
"Kami para pilot bersiap untuk hal terburuk, tetapi hal itu jarang terjadi. Perjalanan ke bandara jauh lebih berbahaya daripada penerbangannya," pungkas Lindheim.
