Food & Travel3 Desember 2018 9:01

Jalur Pendakian Merbabu Akan Terapkan Sistem Online dan Dipantau CCTV

Konten Redaksi kumparan
Jalur Pendakian Merbabu Akan Terapkan Sistem Online dan Dipantau CCTV (1119874)
Gunung Merbabu. (Foto: Thinkstock)
Tidak lama lagi Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) akan menerapkan sistem pendakian secara online bagi para pengunjung atau pendaki Gunung Merbabu. Saat ini, sistem tersebut masih dalam tahap uji coba.
ADVERTISEMENT
"Mudah-mudahan tidak lama-lama karena perangkat sudah dipasang. Alat-alatnya juga sudah dipasang," ujar Kepala BTNGMb, Edy Sutiyarto, saat dihubungi kumparanTRAVEL via sambungan telepon belum lama ini.
Nantinya dengan penerapan sistem pendakian secara online ini, pihak BTNGMb akan memasang beberapa CCTV untuk memantau para pendaki yang akan naik ke puncak Gunung Merbabu.
Jalur Pendakian Merbabu Akan Terapkan Sistem Online dan Dipantau CCTV (1119875)
Sabana I ke Merbabu via Selo (Foto: Wikimedia Commons)
Uji coba tersebut baru dilakukan di satu jalur pendakian saja yaitu di jalur pendakian Selo. Karena memang ketersediaan alatnya yang baru tersedia di jalur tersebut.
"Sementara memang karena masih baru, kita baru memasang CCTV di jalur Selo. Satu di jalur pendakian Selo, dan satu lagi juga di Sabana 1," ujar Edy.
Penerapan sistem pendakian secara online ini dikarenakan tuntutan perkembangan zaman yang serba digital.
ADVERTISEMENT
Selain itu, diharapkan dengan adanya sistem ini, pendaki dapat terpantau dengan mudah saat melakukan pendakian. Dan juga untuk membatasi kuota pendaki di masing-masing jalur.
"Karena tuntutan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman dan juga untuk lebih memudahkan pemantauan juga, misal terjadi masalah-masalah di puncak di kawasan itu bisa cepat tertangani," tambah Edy.
Jalur Pendakian Merbabu Akan Terapkan Sistem Online dan Dipantau CCTV (1119876)
Ilustrasi kamera pemantau. (Foto: ElasticComputeFarm (CC0 Public Domain))
Nantinya, para pendaki akan melakukan pemesanan tiket secara online melalui website resmi BTNGMb dan mendapatkan sebuah gelang khusus yang di dalamnya terdapat barcode.
Barcode tersebut berisi identitas pendaki yang memakainya. Ketika akan naik ke Gunung Merbabu, di jalur pintu pendakian, setiap pendaki akan dipindai melalui gelang ber-barcode tersebut.
"Ada RFID (Radio frequency) untuk menginduksi dalam bentuk karet gelang, nomornya berapa, namanya siapa, dan nomor registrasinya berapa," sela Edy.
ADVERTISEMENT
Dengan sistem pendakian secara online, para pendaki secara rombongan akan lebih mudah terpantau.
Penerapan sistem ini juga disambut baik oleh pendaki. Respon pendaki cukup bagus karena dengan sistem ini para pendaki menjadi lebih mudah untuk mendaki Gunung Merbabu.
Akan tetapi, uji coba ini baru dilakukan di satu jalur saja yaitu di Jalur Selo. Sedangkan di jalur lain masih menunggu kesiapan sarana dan prasarana penunjang belum lagi topografi di tiap jalur yang berbeda-beda.
"Jalur lain masih kesulitan karena terkait dengan topografi," ujar Edi.
Karena masih dalam tahap uji coba, saat ini penjualan tiket pendakian Gunung Merbabu secara konvensional juga masih dilakukan.
"Tiket konvensional juga masih tetap diberlakukan, karena masih satu jalur saja yang dibuka," ujar Edi.
ADVERTISEMENT
Meski baru satu jalur, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan di jalur-jalur pendakian lainnya di Merbabu. Dengan adanya penerapan sistem online di Gunung Merbabu ini, diharapkan nantinya tidak ada lagi hal-hal yang menyulitkan pendaki.
Bagaimana menurutmu?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white