Jelang HUT ke-77 RI, Wisatawan Diharapkan Lakukan Wisata Sejarah

8 Agustus 2022 10:01
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Monas Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Monas Foto: Shutter stock
ADVERTISEMENT
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, berharap dalam rangka memperingati HUT ke-77 RI, para pelaku pariwisata bisa ikut meramaikan dengan cara memberikan diskon, tiket murah, hingga cashback.
ADVERTISEMENT
"Berbagai destinasi wisata dan rekreasi di daerah dapat menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi masyarakat saat libur kemerdekaan. Selain taman rekreasi atau wisata alam, tidak ada salahnya menjadikan wisata sejarah sebagai alternatif, seperti museum,” kata Sandiaga Uno, seperti yang dikutip dari Antara.
Untuk menikmati HUT ke-77 RI, tidak ada salahnya wisatawan kembali mengingat sejarah-sejarah yang berada di balik kemerdekaan Indonesia, dengan berwisata sejarah seperti mengunjungi museum.
Banyak museum-museum yang berada di seluruh Indonesia. Untuk warga Jabodetabek, mereka bisa berkunjung ke Tugu Proklamasi, Gedung Joeang’45, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Monumen Nasional, Rumah Rengasdengklok, dan Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Museum Perumusan Naskah Proklamasi Foto: Lolita/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Museum Perumusan Naskah Proklamasi Foto: Lolita/kumparan
Selain bisa mengingat kembali sejarah-sejarahnya, para wisatawan mungkin bisa mengajak keluarga dan orang-orang tercinta, karena wisata ini terbilang murah dan memiliki pengalaman yang luar biasa.
ADVERTISEMENT
Selain itu, wisata sejarah juga masuk dalam kelompok rencana kerja pariwisata atau Tourism Working Group (TWG) di Forum G20, dengan konsep wisata berkualitas dan berkelanjutan.
Kenapa bisa dibilang berkualitas? Karena wisata ini dinilai mampu membuat wisatawan bertahan lebih lama dibandingkan dengan wisata-wisata lainnya.
"Karena land of stay (lama tinggal wisatawan) lebih lama (dari wisata biasa) dua atau tiga hari, kalau ini (wisata sejarah) empat sampai lima hari," ungkap Sandiaga Uno.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020