kumparan
18 Februari 2020 18:39

Jumlah Wisatawan di Singapura Turun 20 Ribu Setiap Harinya karena Virus Corona

Singapura
Jewel Changi Airport, Singapura Foto: SweetEscape
Kabar kemunculan virus corona di Singapura menuai kekhawatiran dari sejumlah negara. Indonesia adalah salah satu di antaranya. Banyak wisatawan Indonesia yang ragu dan memutuskan untuk tak jadi berangkat atau menunda perjalanan.
ADVERTISEMENT
Lokasi Singapura yang dekat dengan Indonesia, akses yang mudah, dan beragamnya atraksi, serta hiburan dalam berwisata menjadi alasan WNI mau menghamburkan uang di sana. Singapura juga sudah lama dikenal sebagai hub internasional, baik bagi perjalanan udara maupun laut.
Karenanya, tidak heran apabila banyak wisatawan yang lebih memilih untuk menunda atau membatalkan perjalanan mereka menuju Singapura. Terlebih setelah pemerintah setempat menaikkan status corona dari kuning menjadi jingga.
Status oranye Singapura virus corona Merlion Park
Suasana di Merlion Park di Singapura setelah penetapan status level oranye. Foto: REUTERS/Feline Lim
Menurut penuturan Executive Director Singapore Tourism Board for South East Asia, John Gregory Conceicao, terjadi penurunan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 20 ribu orang per harinya setelah mencuatnya kabar virus corona di Singapura.
Hal ini disampaikannya dalam Year-In-Review Media & Trade Gathering yang diadakan oleh Singapore Tourism Board di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (18/2). Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari seluruh gerbang menuju Singapura, baik darat, laut, maupun udara.
ADVERTISEMENT
"Angkanya sudah diberitahukan. Setiap hari ada penurunan sebanyak 20 ribu orang di Singapura dari semua port setelah virus (muncul)," katanya saat ditemui kumparan.
Jumlah tersebut mayoritas berasal dari China. Negeri Tirai Bambu memang dikenal sebagai pengekspor wisatawan terbesar pertama bagi Singapura. Selama 2019 saja, jumlah turis China yang berkunjung ke Negeri Singa mencapai 3,3 juta orang.
Year End Review Pariwisata Singapura
Executive Director Singapore Tourism Board for South East Asia, John Gregory Conceicao. Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Di luar itu, Conceicao juga menuturkan bahwa penurunan bukan hanya ditemukan dari jumlah wisatawan yang tercatat sampai ke gerbang imigrasi Singapura. Tetapi juga melalui angka pemesanan kapal pesiar (cruise), paket sailing, airlines, hotel, serta paket wisata yang ditawarkan travel agent selama beberapa bulan terakhir.
"Belum ada prediksi kasaran penurunan spending, tapi yang pasti ada penurunan (jumlah wisatawan/reservasi) di hotel, airlines, atau travel agent. Karena mereka yang biasanya langsung berhubungan dengan turis," kata Conceicao.
ADVERTISEMENT
Walau begitu, Conceicao mengungkapkan bahwa mereka tak terlalu khawatir dengan hal tersebut. Menurutnya, penanganan virus corona di Singapura sudah terhitung baik, cepat, dan transparan.
"Banyak yang takut karena ada penularan di kapal pesiar, tapi kami yakin kapal pesiar dibersihkan secara intensif. Jadi promo-promo cruise tetap akan diadakan di berbagai travel fair, baik di Jakarta maupun (kota-kota lain di) Indonesia," tambahnya lagi.
Year End Review Pariwisata Singapura
Executive Director Singapore Tourism Board for South East Asia, John Gregory Conceicao dan Area Director Singapore Tourism Board, Mohamed Firhan Abdul Salam. Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, John Gregory Conceicao memperkirakan bahwa akan ada penurunan jumlah wisatawan sekitar 25-30 persen selama 2020, terutama turis asal China. Beberapa penyebabnya adalah karena penerbangan dari dan menuju China melalui Singapura ditutup.
Angka tersebut masih menjadi prediksi mengingat belum ada kepastian waktu kapan virus corona akan berhenti. Namun, belajar dari kasus SARS yang terjadi beberapa tahun silam, pemerintah setempat membutuhkan waktu recover selama lima bulan.
ADVERTISEMENT
"Untuk sekarang, kami akan menunggu sementara waktu dan kembali lagi dengan (kondisi) lebih kuat," tandasnya menutup pembicaraan dengan awak media.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan