Jumlah Wisatawan ke Bali Kini Naik 3 Kali Lipat, tapi Hotel Belum Raih Profit

12 April 2021 12:59
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Wisatawan membawa papan selancar di kawasan Pantai Canggu, Badung, Bali, Kamis (4/6/2020).  Foto:  ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan membawa papan selancar di kawasan Pantai Canggu, Badung, Bali, Kamis (4/6/2020). Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
ADVERTISEMENT
Menparekraf Sandiaga Uno, menyatakan program vaksinasi berdampak positif terhadap jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Bali. Jumlah wisatawan naik tiga kali lipat dari 2 ribu menjadi 7 ribu orang per hari.
ADVERTISEMENT
Ketua PHRI Badung Rai Suryawijaya, mengamini hal tersebut. Menurut dia, vaksinasi memberi kenyamanan bagi wisatawan untuk berlibur di tengah pandemi COVID-19.
“Ada, (dampak vaksinasi terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Bali) karena kita terus menginformasikan dan meng-update bahwa Bali sudah melaksanakan proses vaksinasi secara masif, dan kunjungan presiden yang melihat secara langsung proses dari vaksinasi memberikan image positif bagi wisatawan domestik untuk berwisata ke Bali,” kata Rai, saat dihubungi kumparan, Senin (12/4).
Di Bali ada 146 ribu kamar hotel yang tersedia. Sebelum program vaksinasi, rata-rata tingkat hunian atau okupansi hotel mencapai 7 persen per hari atau 10 ribu kamar yang terisi.
Wisatawan beraktivitas di Pantai Tanah Lot, Tabanan, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan beraktivitas di Pantai Tanah Lot, Tabanan, Bali. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Kini, rata-rata okupansi hotel mencapai 15 persen atau sekitar 22 ribu kamar terisi setiap hari. Bahkan, saat libur Paskah mencapai 20 persen atau sekitar 30 ribu kamar terisi setiap hari.
ADVERTISEMENT
Namun, peningkatan jumlah kunjungan ini ternyata belum mampu membangkitkan ekonomi sektor perhotelan di Bali. Rai mengatakan, sekitar 15 ribu pemilik hotel di Bali belum bisa beroperasi secara normal.
Pihak hotel belum bisa mempekerjakan kembali karyawan yang di PHK atau dirumahkan. Pihak hotel hanya mampu membiayai operasional dan merawat properti hotel.
Dari 300 ribu jumlah karyawan hotel, hanya 60 persen atau sekitar 180 ribu karyawan yang bekerja secara bergilir.
Manajemen akan balik modal jika okupansi hotel mencapai 40 persen per hari dan mendapat keuntungan atau profit jika okupansi hotel di atas 40 persen.
Rai memprediksi sektor pariwisata Bali akan kembali pulih pada tahun 2022 mendatang. Hal tersebut juga apabila program vaksinasi Bali selesai pada Juni 2021 dan pariwisata pariwisata internasional dibuka pada Juni atau Juli 2021 mendatang.
ADVERTISEMENT
“Jadi perjalanan kita masih jauh,” pungkas Rai.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020