kumparan
search-gray
Food & Travel11 Maret 2020 13:16

Kesal Menunggu 7 Jam di Pesawat, Wanita China Ini Sengaja Batuk Depan Pramugari

Konten Redaksi kumparan
Kesal Menunggu 7 Jam di Pesawat, Wanita China Ini Sengaja Batuk Depan Pramugari (407943)
Thai Airways Foto: Reuters
Seorang penumpang maskapai Thai Airways asal China ditahan oleh awak kabin, karena ia diduga sengaja batuk di depan pramugari. Kejadian itu terjadi setelah para penumpang harus menunggu selama tujuh jam di atas pesawat, karena prosedur skrining virus corona setelah mendarat di Bandara Pudong, Shanghai, China.
ADVERTISEMENT
Insiden itu terjadi pada Jumat, 6 Maret 2020 lalu, dengan penerbangan dari Bangkok ke Shanghai. Peristiwa itu terjadi setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Pudong Shanghai.
Menurut penumpang lain, wanita itu jengkel karena harus menunggu turun dari pesawat selama berjam-jam. Penumpang itu pun menuntut staf maskapai Thai Airways membuka pintu agar ia bisa turun dari pesawat tersebut.
Namun, karena tidak diberi izin untuk turun, wanita itu sengaja batuk-batuk pada salah satu pramugari sebagai bentuk ancaman agar dibukakan pintu.
Dalam sebuah video yang direkam salah satu penumpang pesawat, tampak beberapa kru kabin mencoba mengamankan penumpang itu saat ia mencoba melarikan diri. Kemudian kericuhan kembali kondusif setelah para awak kabin memborgol tangannya.
ADVERTISEMENT
"Seorang wanita asal China mengamuk di penerbangan Thai Airways dan sengaja batuk-batuk kepada para pramugari agar dibukakan pintu dan membiarkannya keluar," kata seorang penumpang.
Kesal Menunggu 7 Jam di Pesawat, Wanita China Ini Sengaja Batuk Depan Pramugari (407944)
Pengungsi Korea Selatan dari kota Wuhan di Cina, yang diserang oleh virus corona, tiba di Bandara Internasional Gimpo di Seoul, Jumat (31/1). Foto: Yonhap News Agency / via Latin America News Agency
Wakil presiden departemen keselamatan penerbangan Thailand, Prathana Pattanasiri, mengatakan bahwa prosedur skrining virus corona di dalam pesawat merupakan kebijakan Bandara Pudong, untuk mencegah penyebaran virus corona.
Menurut penuturan Pattanasiri, para kru kabin di maskapai itu tidak dapat membuka pintu kokpit sebelum diperintahkan. Selain itu, para penumpang juga tidak diizinkan turun sampai dinas kesehatan datang untuk melanjutkan pemeriksaan.
“Ada langkah-langkah untuk menyaring penumpang yang memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara berisiko, seperti Italia, Korea Selatan, Jepang, dan Iran," kata Prathana Pattanasiri, seperti dilansir Mothership.
"Karena itu, Thai Airways harus menunggu selama tujuh jam sebelum petugas tiba di antrian inspeksi," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white