Food & Travel
·
29 Juni 2020 10:31

Khawatir Gelombang Baru Virus Corona, Machu Picchu Batal Dibuka 1 Juli

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Khawatir Gelombang Baru Virus Corona, Machu Picchu Batal Dibuka 1 Juli (149407)
Ilustrasi kuil di Machu Picchu. Foto: Shutter Stock
Machu Picchu sebelumnya dijadwalkan akan dibuka pada 1 Juli mendatang. Sayangnya, rencana tersebut harus dibatalkan setelah otoritas setempat khawatir dengan adanya gelombang baru virus corona.
ADVERTISEMENT
Dilansir Economic Times, grup manajemen Machu Picchu, UGM, memutuskan untuk membatalkan rencana tersebut berdasarkan rekomendasi dari pemerintah negara bagian Cusco. Mereka khawatir dibukanya Machu Picchu akan memicu kasus penyebaran virus corona baru.
Khawatir Gelombang Baru Virus Corona, Machu Picchu Batal Dibuka 1 Juli (149408)
Traveler mendaki ke Machu Picchu dan bertemu llama Foto: Shutter Stock
"Telah diputuskan bahwa itu (Machu Picchu) tidak akan dibuka pada 1 Juli," ujar Wali Kota Machu Picchu sekaligus anggota UGM, Darwin Baca.
Pembukaan resmi Machu Picchu akan kembali dirumuskan dan tanggal spesifik pembukaan reruntuhan Suku Inca yang populer tersebut masih belum ditentukan.
Sebelumnya, pada Senin (22/6), serikat pekerja Machu Picchu memprotes pembukaan situs tersebut, karena mengizinkan turis untuk berkunjung akan menyebabkan lonjakan infeksi virus corona.
Padahal pekan lalu, pejabat Peru mengumumkan bahwa situs tersebut akan dibuka namun dengan jumlah pengunjung harian yang dibatasi, maksimal 675 orang atau seperempat pengunjung dalam kondisi normal.
Khawatir Gelombang Baru Virus Corona, Machu Picchu Batal Dibuka 1 Juli (149409)
Ilustrasi traveler mendaki di situs Machu Picchu, Peru Foto: Shutter Stock
Pemandu pun hanya akan memimpin tujuh orang pengunjung. Mereka yang memasuki kawasan wisata diharuskan memakai masker.
ADVERTISEMENT
Gubernur Provinsi Cusco, Jean Paul Benavente, mengatakan dibukanya kembali Machu Picchu berkaitan dengan pelonggaran lockdown yang dilakukan sejak 16 Maret 2020. Bandara Peru tetap ditutup, begitu pula dengan banyaknya toko-toko yang belum menerima pelanggan.
Terlepas dari langkah paling awal dan paling ketat di Amerika Latin, Peru mencatat jumlah kasus infeksi virus corona yang cukup tinggi, yaitu mencapai 250.000, dengan 142 ribu sembuh dan 8.000 kematian.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.