kumparan
18 Oktober 2019 8:52

Lagi! Bali Masuk Daftar Pulau Terbaik di Asia versi CNTraveler

com-Pulau Dewata, Bali
Pulau Dewata, Bali Foto: Dok. Kemenpar
Keindahan Pulau Bali memang tak terbantahkan. Berkali-kali Pulau Dewata ini menyabet penghargaan dan pengakuan tingkat dunia soal keindahannya yang eksotis.
ADVERTISEMENT
Kali ini, penghargaan terbaru datang dari majalah luxury, Conde Nest Traveler. Setiap tahun Conde Nast Traveler melakukan survei kepada para pembacanya untuk mengetahui perkembangan pariwisata dunia.
Dikutip dari laman resmi Conde Nest Traveler, Kamis (17/10), tahun ini majalah tersebut melibatkan tak kurang dari 600.000 pembacanya untuk memberikan peringkat kepada 30 pulau di dunia. Hasil survei tersebut kemudian dirilis dalam Daftar 30 Pulau Terbaik di Dunia 2019 versi pembaca Conde Nest Traveler.
Pura Tirta Empul Tampaksiring, Gianyar, Bali
Turis melakukan bersih diri di Pura Tirta Empul Tampaksiring, Gianyar, Bali, Rabu (16/10/2019). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
“Tahun ini, kami membagi peringkat tersebut berdasarkan wilayah, yaitu yang terbaik di Asia, Australia dan Pasifik Selatan, Karibia dan Atlantik, Eropa, Amerika Utara, serta Afrika dan Samudra Hindia,” tulis Conde Nest Traveler dalam situs resmi mereka.
Hasilnya, dalam kategori Asia, lima pulau terbaik yang terpilih, yaitu Boracay (Filipina), Cebu dan Visayan (Filipina), Penang (Malaysia), Palawan (Filipina), dan tentu saja Bali (Indonesia).
ADVERTISEMENT
Dalam survei tersebut, Conde Nest Traveler mendeskripsikan Bali sebagai pulau yang tiada duanya. Majalah ini juga menuliskan bahwa Bali punya pilihan kuliner seafood yang lezat. Para wisatawan bahkan bisa menyantap langsung olahan seafood segar di pinggir pantai.
Romansa Indah Pantai Jimbaran
Romansa Indah Pantai Jimbaran. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Selain makanan, Conde Nest Traveler juga menyoroti keunikan yang ada di Bali, misalnya jalanan yang didominasi oleh motor hingga monyet-monyet liar yang bersahabat di Uluwatu.
Selain itu, majalah tersebut juga menyinggung soal overtourism yang mulai terlihat di Bali. Benar, dengan semakin tenarnya Bali, maka semakin banyak pula turis yang datang ke sana. Tak ayal, wilayah-wilayah tertentu di Bali ramai dipenuhi turis dan macet pun tak terhindarkan.
Namun, meski jumlah turis tinggi dan terus bertambah, wisatawan masih dapat menemukan pesona Bali yang khas di desa-desa syahdu yang dikelilingi oleh persawahan.
ADVERTISEMENT
“Kamu masih bisa mendengar bunyi sayup-sayup gamelan dari para warganya yang berlatih setiap saat, siang dan malam,” tulis majalah tersebut.
Ilustrasi selfie bersama monyet di Monkey Forest Ubud, Bali
Ilustrasi selfie bersama monyet di Monkey Forest Ubud, Bali Foto: Shutterstock
Tak lupa, Conde Nest Traveler juga memberikan peringatan soal Gunung Agung, gunung berapi yang dianggap suci oleh orang Bali tersebut masih masih aktif hingga kini. Wisatawan diimbau untuk memeriksa aktivitas seismik dan vulkanik Gunung Agung sebelum memutuskan berangkat liburan ke Bali.
Saran lain, bagi wisatawan yang tak suka macet, sebaiknya hindari Denpasar dan Kuta, karena dua wilayah ini cukup padat, baik kendaraan maupun turis. Sebagai gantinya, Conde Nest Traveler merekomendasikan pada wisatawan untuk mengunjungi Ubud, salah satu wilayah yang kaya akan budaya dan punya alam yang masih asri.
“Kamu bisa mengikuti perjalanan sehari ke Sidemen, untuk melihat hamparan padi yang luas, atau pergi lebih jauh, misalnya ke desa Munduk yang ada di pegunungan,” tulisnya.
ADVERTISEMENT
Selamat, Bali!
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan