kumparan
21 Mei 2018 18:51 WIB

Masuk ke Pesawat Tanpa Dicek Petugas, Mungkinkah?

Teknologi facial recognition di T4 Bandara Changi. (Foto: REUTERS/Thomas White)
Pernahkah kamu merasa proses check in hingga boarding di bandara cukup merepotkan? Terutama untuk penerbangan internasional. Kamu harus bolak-balik menunjukkan kartu identitas atau paspor serta boarding pass kepada petugas. Belum lagi, jika harus antre pada gate pengecekan. Repot, bukan?
ADVERTISEMENT
Kabar gembiranya, tak lama lagi kamu bisa masuk ke pesawat tanpa harus berinteraksi sama sekali dengan petugas. Hal itu dimungkinkan dengan teknologi facial recognition yang mulai diaplikasikan oleh beberapa maskapai penerbangan.
Dilansir Travel and Leisure, di masa depan penumpang hanya perlu memindai boarding pass, paspor, dan wajah mereka untuk masuk ke boarding gate. Tibalah mereka di bagian security check.
Teknologi facial recognition di T4 Bandara Changi. (Foto: REUTERS/Thomas White)
Setelah itu, mereka perlu memindai boarding pass sekali lagi dan mengambil foto wajah mereka. Penumpang lalu tinggal menunggu panggilan keberangkatan setelah identitasnya berhasil diverifikasi.
Teknologi facial recognition sudah diuji coba oleh maskapai easyJet. Dilansir The Telegraph, easyJet mengenalkan proses self boarding di Bandara Gatwick London dan menjadi penerbangan internasional dari Inggris pertama yang memanfaatkan teknologi tersebut.
Teknologi facial recognition di T4 Bandara Changi. (Foto: REUTERS/Thomas White)
Tak mau kalah, British Airways juga melakukan proses uji coba program facial scanning di bandara-bandara di Orlando dan Los Angeles, Amerika Serikat. Tak lama lagi maskapai itu juga akan mengaplikasikannya di Bandara Internasional John F. Kennedy New York dan Bandara Internasional Miami.
ADVERTISEMENT
Pemanfaataan facial recognition di bandara membuat proses boarding lebih cepat dan efektif. Tak hanya itu, teknologi itu juga berpotensi mengenali wajah penumpang yang belum naik ke pesawat saat final call.
“Kami mendengar banyak laporan tentang penumpang yang hilang (sudah check in, tapi tidak naik ke pesawat). Jadi satu kemungkinan yang bisa dipikirkan adalah kami butuh mendeteksi dan menemukan orang-orang yang seharusnya ada dalam penerbangan. Tentu dengan izin dari maskapai,” papar Steve Lee, Chief Information Center Bandara International Changi Singapura, dilansir Reuters.
Teknologi facial recognition di T4 Bandara Changi. (Foto: REUTERS/Thomas White)
Terminal terbaru di Bandara Changi, T4, juga kedapatan sudah mengaplikasikan facial recognition pada bagian self check-in, baggage drop, imigrasi, dan boarding.
Penggunaan teknologi ini bukan berarti menghilangkan bantuan manusia sama sekali. Petugas maskapai dan bandara masih dibutuhkan untuk membantu penumpang yang menghadapi masalah teknis saat menjalani proses self-boarding.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan