kumparan
Food & Travel10 Desember 2017 14:22

Melalui Makanan Halal, Jepang dan Korea Mulai Menarik Wisatawan Muslim

Konten Redaksi kumparan
com-Destinasi Wisata Korea
com-Destinasi Wisata Korea (Foto: Thinkstock)
Bagi pecinta drama Korea dan drama Jepang tentu setuju jika adegan makan di film tersebut bisa membuat siapa saja yang melihatnya tergiur untuk menikmati sajian serupa. Namun, sayangnya makanan yang ditawarkan di film tersebut mengandung bahan makanan yang tidak ramah untuk umat muslim.
ADVERTISEMENT
Sebut saja daging babi dan alkohol yang paling banyak ditayangkan di kedua film tersebut. Kendati demikian, ternyata banyak turis muslim yang ramai mengunjungi kedua negara yang terletak di bagian Asia Timur itu.
Melihat banyaknya turis muslim yang berdatangan, baik Korea dan Jepang kini mulai memperhatikan makanan yang ramah untuk para turis muslim. Salah satu cara yang ditempuh ialah dengan memperkenalkan Halal Foods.
Keindahan Pulau Nami di Korea Selatan
Keindahan Pulau Nami di Korea Selatan (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Dilansir News Halal, Korea Tourism Organization (KTO) berencana untuk menaikkan jumlah wisatawan muslim sebanyak 1,2 juta. Mengingat persentase turis muslim yang kian meningkat, Korea tengah gencar mempromosikan makanan halal untuk menarik minat turis asing terutama yang berasal dari negara dengan mayoritas muslim.
Pada bulan September lalu, Korea bahkan menjadi tuan rumah Restaurant Halal Week untuk mempromosikan makanan halal ala Korea bagi pengunjung muslim. Dan saat ini, sudah ada total 170 restoran halal yang ada di Korea Selatan.
Tokyo, Jepang
Tokyo, Jepang (Foto: Reuters/Toru Hanai)
Untuk Jepang sendiri, pengunjung muslim yang datang ke negara sakura ini masih rendah. Meski rendah, namun angkanya terus meningkat setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT
Sama seperti Korea, Jepang juga tengah mempersiapkan pariwisata ramah muslim. Didaulat sebagai tuan rumah Olimpiade 2020, Jepang memperkirakan akan adanya peningkatan wisatawan muslim sebanyak 1 juta lebih, yang akan berkunjung ke negara asal bunga sakura tersebut.
Oleh karenanya, Jepang sedang bersiap untuk menyambut lonjakan wisatawan muslim yang diperkirakan akan datang pada tahun 2020.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan