Food & Travel
·
18 September 2020 18:14

Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16798)
Ilustrasi olahraga menggunakan masker.
Wisata yang dikombinasikan dengan olahraga atau yang lebih dikenal dengan istilah sport tourism kian berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Ke depan sport tourism pun diharapkan menjadi salah satu motor penggerak sektor pariwisata di Indonesia. Hal ini karena Indonesia dinilai bisa menjadi salah satu ikon sport tourism dunia dengan kekayaan alam dan budaya yang dimilikinya.
Jika melihat ke belakang, sejumlah event sport tourism sukses digelar di Tanah Air. Gelaran tersebut pun sekaligus menjadi ajang promosi efektif pariwisata Indonesia ke mancanegara. Apalagi, berbagai daerah di Indonesia pun berlomba mengembangkan sport tourism masing-masing untuk menarik minat wisatawan.
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, mengungkapkan sport tourism telah lama dikembangkan di Indonesia, khususnya untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan.
“Sebenarnya kita sudah jalan lama kalau bicara mengenai sport tourism, dari dulu kita sudah punya event olahraga seperti Tour de Singkarak, Ironman 70.3 Bintan, dan masih banyak lagi,” ujar Rizki kepada kumparan.
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16799)
Ilustrasi Perempuan Bersepeda.
Tour de Singkarak memang menjadi salah satu event sport tourism yang selalu mengundang rasa penasaran wisatawan. Sejak diadakan pada 2009 lalu, ajang balap sepeda yang digelar di sekitar Danau Singkarak, Sumatera Barat ini mengalami kemajuan relatif signifikan setiap tahunnya, baik dari jumlah peserta lomba, pihak penyelenggara, dan juga wisatawan.
Contohnya pada tahun 2009 hanya 7 peserta mancanegara yang mengikuti ajang ini. Namun, kemudian selalu meningkat setiap tahunnya dan pada tahun 2018, ajang tersebut diikuti sekitar 114 peserta yang terdiri 20 tim dari berbagai negara. Lalu, pada tahun berikutnya, agenda ini terus menjadi ajang bergengsi yang diikuti tak kurang dari 18 negara.
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16800)
Tour de Bintan.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata setempat, jumlah wisatawan yang datang ke Sumbar saat gelaran Tour de Singkarak juga terus meningkat. Pada 2017 tercatat 7,6 juta wisatawan mengunjungi Sumbar dan naik menjadi 8,2 juta pada 2018. Sedangkan pada 2019 sebanyak 8,6 juta orang, dengan rincian 8,5 juta wisatawan nusantara dan 100 ribu wisatawan mancanegara.
Ajang lainnya, yaitu Tour de Banyuwangi Ijen juga selalu ramai peminat. Misalnya saja pada 2017, ada 20 tim balap sepeda dari 29 negara yang mengikuti ajang balap sepeda tersebut, di antaranya Iran, Jepang, Korea Selatan, Afrika Selatan, dan masih banyak lagi. Kemudian di tahun 2019, jumlah peserta yang mengikuti Tour de Banyuwangi bertambah menjadi 23 negara.
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16801)
Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani.
Meskipun setiap tahun peminat sport tourism semakin bertambah, Rizki tak menampik bahwa pandemi yang terjadi cukup berdampak terhadap event ini di Indonesia. Hal ini dikarenakan ditundanya beberapa event olahraga internasional maupun domestik.
“Karakteristik dari sport tourism itu adalah bagian dari suatu event olahraga yang dilaksanakan dalam rangka menunjang pariwisata. Jadi tentunya kegiatan ini sangat terganggu. Tidak bisa dijalankan, bisa dibilang begitu ketika adanya pandemi,” ujar Rizki.
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16802)
Ilustrasi lari jogging.
Namun demikian, potensi wisata olahraga di Indonesia yang sangat besar diyakini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan baik nusantara maupun mancanegara pasca-pandemi COVID-19. Hal ini jugalah yang membuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) siap menggarap sport tourism menjadi salah satu segmentasi yang difokuskan untuk dikembangkan dalam upaya membangkitkan sektor parekraf pasca-pandemi.
"Ajang olahraga internasional bisa menjadi daya tarik pariwisata Indonesia. Seperti
Asian Games, Tour de Banyuwangi Ijen, Ironman Bintan, Jogja International Heritage Walk, Borobudur Marathon dan banyak lainnya," kata Menparekraf Wishnutama.
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16803)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio.
Untuk itu, Wishnutama mengajak masyarakat juga industri untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Terutama dalam menjalankan protokol kesehatan pariwisata berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) yang menjadi kebutuhan wisatawan dalam era adaptasi kebiasaan baru.
Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat peringatan Hari Olahraga Nasional beberapa waktu lalu. Menurutnya, sport tourism telah menjadi tren pariwisata baru yang pasarnya sangat luas, terlebih Indonesia memiliki kekayaan alam seperti gunung, laut, dan danau yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai acara olahraga.
"Peluang pengembangan sport tourism semakin besar pasca-pandemi nanti, masyarakat akan lebih memilih berolahraga di tempat terbuka, di alam bebas, peluang ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk Indonesia yang alamnya indah," kata Jokowi.
Sementara itu, Indonesia sendiri memiliki banyak destinasi wisata yang berpotensi menjadi tempat sport tourism. Berikut beberapa di antaranya.

1. Danau Toba

Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16804)
Danau Toba di Sumatera Utara.
Danau Toba seakan tidak pernah habis memukau wisatawan lewat beragam destinasi wisatanya. Cukup dengan berwisata #DiIndonesiaAja, kamu bisa menikmati beragam keindahan yang tersaji di salah satu destinasi wisata yang satu ini.
Pertama, kamu bisa menikmati keindahan danau toba di Bukit Holbung. Bukit Holbung sendiri berada di Desa Tele, Samosir. Tempat ini menawarkan sisi lain keindahan Danau Toba.
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16805)
Bukit Holbung.
Tak perlu waktu lama, cukup 15 menit pendakian saja sudah sampai di puncak Bukit Holbung. Dari sini, traveler akan disuguhkan keindahan Bukit Holbung dengan latar belakang Danau Toba yang begitu megah.
Ingin aktivitas yang lebih menantang lagi? Kamu bisa bermain paralayang di Huta
Ginjang yang terletak di ketinggian 1.500 mdpl, sambil disuguhkan pemandangan Danau Toba secara menyeluruh. Tapi ingat, meskipun mencoba wisata olahraga, kamu tetap harus memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku, seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, memakai hand sanitizer, hingga menjaga jarak.
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16806)
Wisatawan melihat pemandangan Danau Toba dari Huta Ginjang, Tapanuli Utara.
Rasanya kurang lengkap kalau main ke Danau Toba kalau belum menjajal aneka olahraga airnya bukan? Ya, olahraga air yang biasa dilakukan di Danau Toba adalah berkayak.
Bermain kayak di Danau Toba memberikan sensasi yang berbeda. Apalagi, arus Danau Toba terbilang tenang pada pagi hari, membuatmu bisa berkayak dengan santai sembari memandangi keindahan bukit dari permukaan danau.
2. Kepulauan Riau
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16807)
Treasure Bay Bintan.
Kepulauan Riau (Kepri) memiliki segudang potensi wisata yang indah. Alam yang memukau hingga kebudayaannya yang eksotis membuat Kepri selalu punya daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk liburan #DiIndonesiaAja.
Ngomong-ngomong soal Kepri, destinasi wisata yang satu ini juga dikenal sebagai ‘surga’-nya sport tourism, lho. Kamu bisa mengunjungi Kepri Coral yang akan memanjakanmu dengan beragam kegiatan olahraga airnya yang seru, mulai dari bersepeda air, jet ski, hovercraft, banana boat, kayak, hingga snorkeling.
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16808)
The Canopi Bintan.
Selain itu, kamu juga bisa mengunjungi Pulau Bintan yang memiliki water sport yang tak kalah mengasyikkan. Ada Treasure Bay Bintan di Lagoi yang memiliki laguna air laut buatan pertama di Asia Tenggara. Kamu bisa menikmati water sport yang juga dilakukan di dalam area kolam, seperti berdiri di paddle board, menjajal berlayar, bermain jetski bahkan flyboard ride.
3. Banyuwangi
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16809)
Wisatawan berfoto di Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur.
Banyuwangi sudah lama dikenal sebagai salah satu destinasi sport tourism #DiIndonesiaAja. Berbagai macam perhelatan akbar event olahraga telah diselenggarakan di destinasi yang dijuluki ‘The Sunrise of Java’ ini.
Tour De Banyuwangi Ijen adalah salah satu ajang kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) yang diselenggarakan setiap tahun di Banyuwangi. Tapi enggak hanya bisa menyaksikan ajang balap sepeda berkelas dunia, Banyuwangi juga punya beragam destinasi wisata yang menarik untuk kamu yang gemar sport tourism.
Sudah pasti Kawah Ijen adalah tempat pertama yang wajib kamu sambangi di Banyuwangi. Di sana kamu bisa trekking menuju puncak Ijen untuk menikmati fenomena ‘api biru’ yang hanya ada dua di dunia, selain di Islandia.
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16810)
Wisata Pulau Merah Banyuwangi.
Selain trekking di Kawah Ijen, Banyuwangi pun punya sejumlah spot untuk bermain selancar. Misalnya di Pantai Pulau Merah dengan ombak yang pas untuk surfing dengan panjang bibir pantai mencapai 400 meter.
Keberadaan Pantai Pulau Merah sebagai lokasi berselancar juga sudah diakui di dunia internasional. Pantai Pulau Merah sudah tiga kali menjadi tuan rumah kompetisi berselancar tingkat dunia, yakni Banyuwangi International Surfing Competition yang diadakan pada tahun 2013, 2014, dan 2015.
Melihat Potensi Sport Tourism untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata  (16811)
Destinasi Selancar Pulau Merah.
Jika berselancar di pantai sudah menjadi tantangan yang biasa, kamu bisa mencoba tantangan yang lebih memacu adrenalin di Pulau Tabuhan. Pulau satu ini letaknya persis di Selat Bali yang memisahkan Pulau Jawa dan Pulau Bali, tepatnya berada di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.
Pulau dengan luas 5 hektare ini juga cocok untuk mereka yang gemar scuba diving atau snorkeling. Kekayaan satwanya tak hanya ada di dalam air saja, di darat pun banyak satwa yang hidup, seperti burung Maleo yang singgah ketika bermigrasi.
Siap untuk menjajal beragam kegiatan sport tourism di atas saat liburan #DiIndonesiaAja?