Mengapa Tak Ada Kursi Nomor 13 di Pesawat? Ini Alasannya

8 Agustus 2022 7:02
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi bandara. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bandara. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Pesawat masih jadi salah satu moda transportasi andalan untuk bepergian. Selain bisa memangkas waktu, perjalanan yang nyaman hingga awaknya yang ramah menjadi alasan, kenapa pesawat jadi salah satu transportasi favorit traveler.
ADVERTISEMENT
Namun, sadar atau tidak, kamu pasti jarang melihat kursi nomor 13 di pesawat? Ya, nomor ini sengaja dilangkahi setelah atau sebelum urutannya.
Lantas, mengapa demikian? Ini jawabannya.
Ilustrasi kabin pesawat kosong tanpa penumpang. Foto: EricGehman/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kabin pesawat kosong tanpa penumpang. Foto: EricGehman/Shutterstock
Alasan raibnya nomor tersebut ada hubungannya dengan sebuah mitos. Menurut Simple Flying, sama seperti hotel, nomor 13 dianggap sebagai angka sial atau angka yang tidak memberikan keberuntungan.
Selain itu, nomor 13 juga dianggap sebagai Yudas Iskariot, yaitu seorang murid yang mengkhianati Yesus. Jadi, orang yang duduk di bangku nomor 13 dianggap tumbal atau perjamuan terakhir.
Stiker berbentuk segitiga yang ada di pesawat. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Stiker berbentuk segitiga yang ada di pesawat. Foto: Shutter Stock
Adapun, penjelasan lain berkaitan dengan mitologi Nordik dan kisah di mana tamu tak diundang ke-13 bergabung dengan 12 dewa saat makan malam. Tamu ke-13 ini adalah Dewa Loki yang jahat, yang menipu Dewa Hoor untuk membunuh Baldr, yang menyebabkan banyak duka di seluruh bumi.
ADVERTISEMENT
Hal inilah yang membuat banyak maskapai penerbangan yang tidak memasukkan nomor 13. Adapun, beberapa maskapai Eropa yang tidak memiliki kursi baris 13 adalah Iberia, Lufthansa, Air France, ITA, hingga Ryanair.

Angka Sial Lain Selain 13

Ilustrasi meja kursi pesawat Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi meja kursi pesawat Foto: Shutter stock
Tak sampai di situ, maskapai penerbangan mancanegara khususnya Eropa dan Amerika juga sengaja menghilangkan nomor 14. Sama seperti 13, menurut kepercayaan masyarakat China, angka 14 dianggap sebagai angka yang merepresentasikan kematian.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Oleh sebab itu, banyak dari maskapai negara Tirai Bambu yang menghapus kursi baris 14. Beberapa di antaranya seperti Cathay Pacific hingga Hong Kong Airlines.
Meski demikian, ada beberapa maskapai yang tetap memakai nomor 13, namun menghilangkan nomor kursi 17.
Beberapa maskapai seperti British Airways, easyJet, dan Jet2.com masih menggunakan nomor 13.
Ilustrasi urutan nomor kursi pesawat maskapai Lufthansa Foto: Lufthansa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi urutan nomor kursi pesawat maskapai Lufthansa Foto: Lufthansa
Sedangkan, Lufthansa menjadi salah satu maskapai yang menghilangkan angka 17 pada baris kursinya.
ADVERTISEMENT
Angka 17 dinilai sial karena jika diubah ke dalam angka romawi 'XVII' angka tersebut memiliki arti "hidupku sudah berakhir" dalam bahasa latin.
Ilustrasi pesawat yang sedang mengudara. Foto: Andrey Burmakin/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat yang sedang mengudara. Foto: Andrey Burmakin/Shutterstock
Mitos yang menganggap 13 dan 17 sebagai angka keramat masih dipercayai di beberapa negara, seperti Italia dan Brasil.
Tak ayal, hampir semua maskapai penerbangan di setiap negara menghapus nomor-nomor yang dianggap keramat yakni 13, 14, dan 17.
Meski tidak ada kaidah atau pembuktian ilmiahnya, namun penghapusan nomor kursi pesawat masih tetap diterapkan hingga saat ini di setiap maskapai penerbangan.
Bagaimana denganmu, pernah menemukan kursi nomor 13 saat naik pesawat?
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020