Pelaku Wisata Sepakat Hentikan Mogok Massal, Labuan Bajo Kembali Normal

3 Agustus 2022 15:59
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo langsung mendapat pengawalan aparat, Selasa (2/8/2022). Foto: Badan Otorita Pelaksana Labuan Bajo Flores (BOPLBF)
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo langsung mendapat pengawalan aparat, Selasa (2/8/2022). Foto: Badan Otorita Pelaksana Labuan Bajo Flores (BOPLBF)
Aksi mogok massal para pelaku wisata di Labuan Bajo yang digelar sejak tanggal 1 Agustus 2022 telah resmi dihentikan.
Forum Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp Mabar) yang terdiri dari 19 asosiasi pariwisata bersama Pemda Manggarai Barat, dan Polres Menggarai Barat, sepakat untuk menghentikan aksi mogok massal dan mendukung kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah. Adapun, terhitung hari Rabu (3/8), aktivitas pariwisata dikatakan telah kembali normal.
Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo langsung mendapat pengawalan aparat, Selasa (2/8/2022). Foto: Badan Otorita Pelaksana Labuan Bajo Flores (BOPLBF)
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo langsung mendapat pengawalan aparat, Selasa (2/8/2022). Foto: Badan Otorita Pelaksana Labuan Bajo Flores (BOPLBF)
Direktur Utama BPOLBF (Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores) Shana Fatina, menjelaskan bahwa aktivitas pariwisata di Labuan Bajo sudah kembali normal.
Beberapa fasilitas umum, seperti bandara dan pelabuhan telah berjalan normal kembali tanpa gangguan. Wisatawan juga terlihat nyaman dengan kondisi Labuan Bajo saat ini, kegiatan tur, dan pelayaran kembali berjalan seperti sediakala.
"Intinya semua bersepakat menjaga kamtibmas di Labuan Bajo, dan telah mencabut kesepakatan asosiasi pelaku wisata per tanggal 30 Juli dan memulai kembali aktivitas per tanggal 3 Agustus 2022," ungkap Shana, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan, Rabu (3/8).
Ilustrasi turis yang sedang mengamati komodo. Foto: System Dynamics Center (SDC)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi turis yang sedang mengamati komodo. Foto: System Dynamics Center (SDC)
Selain itu, para pelaku pariwisata juga menyatakan sikap untuk melakukan pengawasan independen dan mengevaluasi kerja PT. Flobamor setiap tahunnya. Mereka akan menilai apakah kebijakan kenaikan tarif masuk tersebut berdampak baik pada kondisi pariwisata dan ekonomi masyarakat, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
"Tidak hanya pelaku pariwisata, kami BPOLBF bersama Pemda Manggarai Barat dan semua pemangku kepentingan juga akan melakukan pengawasan, dan evaluasi terhadap kinerja rencana pengelolaan tersebut ke depan. Sehingga sesuai dengan yang diharapkan, meningkatkan kesejahteraan dan melestarikan lingkungan" lanjut Shana.
Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo langsung mendapat pengawalan aparat, Selasa (2/8/2022). Foto: Badan Otorita Pelaksana Labuan Bajo Flores (BOPLBF)
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan yang tiba di Bandara Komodo langsung mendapat pengawalan aparat, Selasa (2/8/2022). Foto: Badan Otorita Pelaksana Labuan Bajo Flores (BOPLBF)
BPOLBF yang berada di bawah unit satuan kerja (satker) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), menyatakan siap menampung semua aspirasi dari masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif, untuk penguatan pariwisata berkelanjutan TN Komodo dan Labuan Bajo ke depan.

Sikap Para Asosiasi Pariwisata Labuan Bajo

Sementara itu, asosiasi pariwisata AWSTAR (Angkutan Wisata Darat) Labuan Bajo, mengatakan bahwa pihaknya menyatakan undur diri dari aksi demonstrasi dan mogok massal yang dinilai bertentangan dengan hukum.
"Kami berjanji untuk tidak melakukan aksi demonstrasi atau aksi mogok yang bertentangan dengan hukum," ujar Ketua AWSTAR, Kristoforus.
Wisatawan di Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Foto: Andari Novianti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan di Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Foto: Andari Novianti/kumparan
Selain AWSTAR, pernyataan untuk tidak lagi melakukan aksi demonstrasi dan mogok juga disampaikan oleh Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran (BPC PHRI) di Labuan Bajo.
Ketua BPC PHRI Manggarai Barat, Silvester Wanggel, menyatakan terhitung mulai 3 Agustus 2022, seluruh hotel dan restoran yang ada di Labuan Bajo akan kembali melayani aktivitas pariwisata di daerah itu.

Wisata di Labuan Bajo Kembali Normal

Wisatawan yang tengah menikmati keindahan Labuan Bajo Foto: Dok. Kemenparekraf
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan yang tengah menikmati keindahan Labuan Bajo Foto: Dok. Kemenparekraf
Selain itu, Wanggel juga mengeklaim bahwa saat ini ada 19 asosiasi pariwisata yang sudah melakukan penandatanganan kesepakatan, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan yang berlibur di Labuan Bajo.
"Kesepakatan bersama ini dilakukan di Mapolres Manggarai Barat hari Rabu, 3 Agustus 2022. Demikian imbauan ini dibuat, atas perhatian kita semua, tak lupa saya sampaikan terima kasih. Salam pariwisata," tulis Silvester.
Langkah yang diambil oleh para asosiasi pariwisata di Labuan Bajo disambut baik oleh BPOLBF. Shana mengapresiasi para pelaku pariwisata yang telah menghentikan aksi mogok massal mereka dan mengembalikan iklim pariwisata yang sehat.
"Akhir kata, kami ucapkan apresiasi dan terima kasih untuk semua pihak yang terus bersama-sama memperhatikan dan menjaga Labuan Bajo, untuk terus berkembang menjadi destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan, kebanggaan kita bersama" pungkasnya.