Food & Travel16 September 2020 14:56

Pemerintah Genjot Rencana Induk Pariwisata Borobudur-Prambanan

Konten Redaksi kumparan
Pemerintah Genjot Rencana Induk Pariwisata Borobudur-Prambanan (633617)
Wisatawan yang tengah memotret salah satu bagian candi di Borobudur Foto: Dok. PT TWC
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), mendorong percepatan finalisasi Rencana Induk Pariwisata Terpadu atau Integrated Tourism Master Plan (ITMP) Borobudur-Yogyakarta-Prambanan.
ADVERTISEMENT
Hal itu lantaran kedua destinasi wisata tersebut akan diusulkan menjadi Peraturan Presiden atau Perpres. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi bisnis pariwisata di Indonesia.
"Saat ini yang perlu dilakukan segera adalah sentuhan akhir substansi perencanaan. Untuk perencanaan sektor infrastruktur, tim penyusun dapat melakukan lagi koordinasi dengan Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, Cipta Karya, dan Perumahan," ujar Kepala BPIW Hadi Sucahyono.
Pemerintah Genjot Rencana Induk Pariwisata Borobudur-Prambanan (633618)
Petugas membersihkan abu vulkanik erupsi gunung Merapi di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Senin(22/6). Foto: Anis Efizudin/Antara Foto
Ia melanjutkan untuk sektor non infrastruktur tim penyusun juga perlu melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
"Untuk yang non infrastruktur ini perlu dilakukan eksplorasi dan pematangan lebih lagi, agar substansi ITMP Borobudur-Yogyakarta-Prambanan segera dapat difinalisasi,” katanya.
Setelah selesai finalisasi, substansi akan dimajukan ke Sekretaris Negara untuk diusulkan menjadi Peraturan Presiden. Perpres ini nantinya akan mengikat semua pihak, sekaligus menjadi rujukan dalam pengembangan KSPN Borobudur-Yogyakarta-Prambanan. Sebelumnya ITMP Danau Toba dan ITMP Mandalika sudah terlebih dahulu diusulkan untuk menjadi Perpres.
Pemerintah Genjot Rencana Induk Pariwisata Borobudur-Prambanan (633619)
Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (1/7/2020). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO
Hadi juga menekankan untuk strategi perencanaan ITMP perlu mempertimbangkan lingkungan strategi, seperti lingkungan hidup, tata ruang, sosial budaya, mitigasi bencana dan ekonomi lokal.
ADVERTISEMENT
Salah satunya dengan mempertimbangkan permintaan dinamika, seperti pertambahan penduduk dan jumlah wisatawan, serta mempertimbangkan kebutuhan, seperti akses amenitas, pelayanan dasar, dan pengembangan atraksi.
Dalam pengembangan kawasan juga perlu dibuat beberapa kawasan inti atau key tourism areas yang akan menjadi fokus pembangunan pariwisata dan infrastruktur. Misalkan, rencana pembangunan rinci sektor terkait ITMP untuk jangka waktu lima tahun atau 25 tahun ke depan.
Pemerintah Genjot Rencana Induk Pariwisata Borobudur-Prambanan (633620)
Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menyemprotkan cairan disinfektan di batuan Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Tak hanya itu, perlu ada pola kolaborasi pendanaan APBN, APBD, swasta atau KPBU, dan masyarakat. Hal itu lantaran, partisipasi pendanaan dalam pengembangan KSPN akan menambah kecepatan pembangunan dan pengembangan KSPN.
Sebelumnya, Bank Dunia dan Pemerintah pada 2018 bersepakat untuk mengembangkan sektor pariwisata Indonesia. Bank Dunia pada kerja sama ini sepakat menyalurkan pinjaman untuk pengembangan pariwisata mencapai 300 juta dolar AS.
ADVERTISEMENT
Penggunaan dana dari Bank Dunia tersebut dialokasikan untuk empat komponen, meliputi peningkatan kapasitas kelembagaan untuk memfasilitasi pengembangan pariwisata terpadu dan berkelanjutan. Komponen kedua, meningkatkan kualitas jalan dan akses pelayanan dasar di kawasan wisata yang dipilih.
Komponen ketiga, mendorong partisipasi lokal dalam perekonomian sektor pariwisata. Adapun, komponen keempat, meningkatkan lingkungan yang kondusif untuk masuknya investasi swasta dan usaha ke bidang pariwisata.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white