Food & Travel
·
28 Juni 2020 8:58

Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli, Protokol Kesehatan Diperketat

Konten ini diproduksi oleh
Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli, Protokol Kesehatan Diperketat (73646)
Gunung Rinjani Foto: Shutter stock
Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menetapkan pendakian di Gunung Rinjani akan dibuka kembali pada 7 Juli 2020 mendatang. Pembukaan akan dilakukan secara bertahap.
ADVERTISEMENT
Pembukaan akan dibarengi dengan adanya sejumlah protokol pencegahan penyebaran virus corona. Pemda NTB pun gencar melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan itu di sejumlah lokasi wisata yang memiliki risiko penularan wabah COVID-19, termasuk Gunung Rinjani.
Dalam kegiatan Sosialisasi dan Simulasi SOP Rinjani Menuju New Normal di Kantor Resort Sembalun Balai TNGR, Wakil Gubernur Provinsi NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengungkapkan seluruh wisatawan wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di Gunung Rinjani.
Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli, Protokol Kesehatan Diperketat (73647)
Gunung Rinjani Foto: Shutter stock
"Rinjani ini risikonya penularan COVID-19 rendah, tetapi tetap hati-hati, protokol kesehatan ini harus selalu diterapkan," kata Rohmi, Sabtu (27/6).
Tantangan lainnya, Rohmi menjelaskan, adalah bagaimana masyarakat sekitar secara disiplin mematuhi protokol COVID-19. Baik dengan selalu mengenakan masker, mencuci tangan, maupun menjaga jarak bila beraktivitas di luar rumah sampai vaksin ditemukan.
ADVERTISEMENT
"Ini kesempatan kita untuk melakukan perbaikan-perbaikan ke depan. Tidak hanya di tempat wisata. Akan tapi ini akan menjadi pusat edukasi, pusat pemberdayaan masyarakat, sehingga keberadaan Gunung Rinjani ini bisa terasa manfaatnya bagi NTB dan Indonesia," lanjutnya.
Rohmi menilai, bahwa pendakian Rinjani harus dilakukan melalui satu pintu terlebih dahulu. Serta pentingnya dibangun fasilitas jalur khusus untuk kuda atau sepeda untuk memudahkan para porter membawa barang hingga pos empat (Pelawangan Rinjani).
"Apabila ingin maju maka semua pihak harus duduk bersama, sehingga seluruh pihak mendapatkan manfaatnya dan semua dapat memberikan kontribusi terbaiknya bagi kemajuan wisata Gunung Rinjani kedepan,” jelasnya.
Ia juga meminta, terkait pengelolaan sampah harus memiliki progres yang jelas. Penekanannya, pada pintu-pintu masuk jalur pendakian Gunung Rinjani sangat diperlukan.
Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli, Protokol Kesehatan Diperketat (73648)
Gunung Rinjani Foto: Shutter stock
"Ini harus betul-betul kelihatan progresnya dan kuncinya di pintu masuk. Ini harus betul-betul kita perhatikan. Rinjani ini tumpuan hidup kita dan sumber air kita. Jadi antara pariwisata dan kelestarian ini satu dan harus betul-betul dijaga," ungkap Rohmi.
ADVERTISEMENT
Adanya pandemi virus corona ini kata Rohmi, satu tuntutan yang mesti dilakukan pendaki ialah dengan menerapan protokol COVID-19. Baik destinasi wisata di Sembalun dan seluruh destinasi wisata yang ada di NTB lainnya.
"Semoga tanggal 7 Juli 2020 besok, sudah bisa siap dari hulu ke hilir. Dari pendaki naik hingga pulang itu betul-betul diperhatikan dengan sebaik-baiknya," ucap Rohmi.
Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli, Protokol Kesehatan Diperketat (73649)
Gunung Rinjani Foto: Shutter Stock
Sementara itu, Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno menyampaikan bahwa yang paling penting adalah kedisiplinan menerapkan protokol COVID-19 di seluruh lokasi.
"Ini kita buka secara bertahap, 10 persen dulu dan kita evaluasi setiap minggu tentu yang kita dahulukan ini khusus pendaki domestik," ujarnya.
Tiga Kabupaten yang melingkupi Gunung Rinjani, kata Wiratno, memang berada di zona kuning wabah COVID-19.
Pendakian Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli, Protokol Kesehatan Diperketat (73650)
Ilustrasi pendaki gunung Foto: Shutter Stock
Tentunya, dengan beberapa pertimbangan dan persyaratan lainnya pihaknya meminta agar pengawasan langsung dilakukan oleh kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk semua jalur masuk Gunung Rinjani.
ADVERTISEMENT
"Ibu Menteri membentuk tim kendali dari pusat dengan kepala kepala Balai. Sehingga tiap minggu kita akan evaluasi, sehingga apabila ada terjadi atau positif (COVID-19) maka kita akan langsung tindak atau tutup," tegasnya.
Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy menyampaikan untuk para pelaku usaha di sekitar Gunung Rinjani diminta terus memantau semua pihak untuk menerapkan protokol COVID-19.
"Semua pengusaha harus maksimal dan berkmitmen mensosialisasikan protokol COVID-19," tutupnya.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.